Aksi Demo Dimana-mana, Benarkah Kebebasan Itu Ada?

Dunia kini geger karena kematian seorang gadis berumur 19 tahun asal Myanmar yang sedang aksi demo menuntut kudeta militer segera berhenti. Ma Kyal Sin seorang mahasiswi yang tertembak oleh aparat keamanan saat akan membuka kran air bagi para pejuang kebebasan yang terkena gas air mata. Aksi heroiknya menjadi viral di media sosial, sesuai nama panggilannya “Angel” memang seperti malaikat yang bertaruh kehidupannya demi kebaikan negaranya.

Bukan hanya itu, aksi demo yang terjadi pada banyak negara. Setiap tahunnya selalu ada kabar aksi demo pada berbagai negara yang tentunya menuntut suatu hal yang bertolak belakang. Aksi demo sering terjadi karena para pemimpin atau pemerintah yang melakukan hal yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Meskipun aksi ini berjalan beberapa hari, tetapi apakah suara dari masyarakat benar-benar terdengar oleh orang yang membuat masalah dalam aksi demo ini? Kekerasan oleh aparat yang terjadi dengan iming-iming “menjaga kedamaian” ternyata tidak benar. Lalu, apakah benar semua orang di seluruh dunia mendapatkan hak kebebasan yang benar?

Dimana Hak Kebebasan Masyarakat?

Pada setiap undang-undang yang ada pada seluruh negara, banyak yang menyatakan bahwa kebebasan merupakan hak bagi seluruh masyrakat. Baik itu hak untuk menyampaikan pendapat secara lisan atau tulisan, hak untuk hidup dan hak untuk menuntut. Kebebasan merupakan hak yang mutlak dan harus mendapatkan pengakuan semua orang atas dasar kemerdekaan, keadilan dan perdamaian pada seluruh negara di dunia.

Namun, mengapa setiap ada aksi penolakan atau demo selalu ada korban jiwa? Mengapa aksi demo selalu terjadi pada setiap negara pada jangka waktu yang lama? Mengapa orang yang katanya menjadi wakil dari rakyat ternyata tidak benar-benar mewakili rakyat? Lalu yang menjadi pertanyaan utama adalah, dimana hak kebebasan masyarakat yang sebenarnya itu berada?

Tindakan Represi Aparat

Terlansir pada salah satu website berita, pada tahun 2020 kebebasan berekspresi semakin mundur karena tindakan represi aparat. Namun katanya, pemerintah tetap memegang teguh bahwa hak kebebasan selalu ada, jelas dan juga kokoh. Lalu, siapa yang memberikan tugas pada aparat “keamanan”?

Aksi demo pasti terjadi karena adanya kesadaran kelompok masyarakat karena ada hal yang salah pada sistem negaranya. Tentu tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan penuntutan pada pemerintah, karena seorang pemerintah hadir terpilih oleh masyarakat.

Tidak perlu menuntut banyak, tentu masyarakat hanya ingin apa yang mereka sampaikan terdengar dan terjadi. Hanya dengan hak kebebasan yang terpegang teguh pada diri masyarakat yang berani, bukan berarti mereka juga ingin menjatuhkan pemimpinnya. Akan masuk akal jika kita sebut masyarakatlah yang menjadi peran terpenting dalam kemajuan negaranya. Tanpa adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemimpin, akankah negara itu berjalan?

Sebuah Kebingungan dan Tangisan

” Tok, Tok, Tok…” Suara palu dari pengadilan atas sahnya suatu undang-undang. Pada saat itu juga, munculah berita-berita yang memberitahukan apa yang sedang terjadi pada sistem pemerintahan. Saat itu juga, masyarakat yang mengetahuinya mulai bertanya “apakah ini hal yang benar bagi kesejahteraan semua orang?”.

Akhirnya ketika semua kebingungan yang terjadi, hal yang bertolak belakang pastinya akan menjadi hal yang harus kita lawan bersama. Siapa yang mau hidup dengan kesusahan yang bisa mengakibatkan banyak kerugian? Adakah orang yang akan berdiam diri?

Namun ternyata, banyak yang menjadi tangisan karena tindakan ini. Teman dan saudara seperjuangan kita banyak yang gugur karena aksi ini. Hak untuk hidup bagi mereka hilang dengan alasan “dia adalah seorang provokator” benarkah? Lalu siapa sebenarnya yang menjadi provokator dari seorang provokator yang mereka hilangkan kehidupannya?

Mengubah Dunia Lebih Baik

Tentu semua negara tidak ingin terlihat buruk dari negara lainnya. Banyaknya kabar yang keluar akibat kejadian ini menjadi hal yang bisa orang nilai bahwa negara ini sedang kacau. Lalu apa tindakan yang benar? Banyak sekali spekulasi dari seorang ahli tentang hal ini. Kebebasan dalam hal apapun harus bisa kita pegang dan akui secara teguh selama hak ini tidak merugikan orang lain. Selama hak ini tidak merenggut kebebasan orang lain, akankah kita sebagai masyarakat menjadi pengubah dunia yang lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *