Aksi Demo Dimana-mana, Benarkah Kebebasan Itu Ada?

Dunia kini geger karena kematian seorang gadis berumur 19 tahun asal Myanmar yang sedang aksi demo menuntut kudeta militer segera berhenti. Ma Kyal Sin seorang mahasiswi yang tertembak oleh aparat keamanan saat akan membuka kran air bagi para pejuang kebebasan yang terkena gas air mata. Aksi heroiknya menjadi viral di media sosial, sesuai nama panggilannya “Angel” memang seperti malaikat yang bertaruh kehidupannya demi kebaikan negaranya.

Bukan hanya itu, aksi demo yang terjadi pada banyak negara. Setiap tahunnya selalu ada kabar aksi demo pada berbagai negara yang tentunya menuntut suatu hal yang bertolak belakang. Aksi demo sering terjadi karena para pemimpin atau pemerintah yang melakukan hal yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Meskipun aksi ini berjalan beberapa hari, tetapi apakah suara dari masyarakat benar-benar terdengar oleh orang yang membuat masalah dalam aksi demo ini? Kekerasan oleh aparat yang terjadi dengan iming-iming “menjaga kedamaian” ternyata tidak benar. Lalu, apakah benar semua orang di seluruh dunia mendapatkan hak kebebasan yang benar?

Dimana Hak Kebebasan Masyarakat?

Pada setiap undang-undang yang ada pada seluruh negara, banyak yang menyatakan bahwa kebebasan merupakan hak bagi seluruh masyrakat. Baik itu hak untuk menyampaikan pendapat secara lisan atau tulisan, hak untuk hidup dan hak untuk menuntut. Kebebasan merupakan hak yang mutlak dan harus mendapatkan pengakuan semua orang atas dasar kemerdekaan, keadilan dan perdamaian pada seluruh negara di dunia.

Namun, mengapa setiap ada aksi penolakan atau demo selalu ada korban jiwa? Mengapa aksi demo selalu terjadi pada setiap negara pada jangka waktu yang lama? Mengapa orang yang katanya menjadi wakil dari rakyat ternyata tidak benar-benar mewakili rakyat? Lalu yang menjadi pertanyaan utama adalah, dimana hak kebebasan masyarakat yang sebenarnya itu berada?

Tindakan Represi Aparat

Terlansir pada salah satu website berita, pada tahun 2020 kebebasan berekspresi semakin mundur karena tindakan represi aparat. Namun katanya, pemerintah tetap memegang teguh bahwa hak kebebasan selalu ada, jelas dan juga kokoh. Lalu, siapa yang memberikan tugas pada aparat “keamanan”?

Aksi demo pasti terjadi karena adanya kesadaran kelompok masyarakat karena ada hal yang salah pada sistem negaranya. Tentu tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan penuntutan pada pemerintah, karena seorang pemerintah hadir terpilih oleh masyarakat.

Tidak perlu menuntut banyak, tentu masyarakat hanya ingin apa yang mereka sampaikan terdengar dan terjadi. Hanya dengan hak kebebasan yang terpegang teguh pada diri masyarakat yang berani, bukan berarti mereka juga ingin menjatuhkan pemimpinnya. Akan masuk akal jika kita sebut masyarakatlah yang menjadi peran terpenting dalam kemajuan negaranya. Tanpa adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemimpin, akankah negara itu berjalan?

Sebuah Kebingungan dan Tangisan

” Tok, Tok, Tok…” Suara palu dari pengadilan atas sahnya suatu undang-undang. Pada saat itu juga, munculah berita-berita yang memberitahukan apa yang sedang terjadi pada sistem pemerintahan. Saat itu juga, masyarakat yang mengetahuinya mulai bertanya “apakah ini hal yang benar bagi kesejahteraan semua orang?”.

Akhirnya ketika semua kebingungan yang terjadi, hal yang bertolak belakang pastinya akan menjadi hal yang harus kita lawan bersama. Siapa yang mau hidup dengan kesusahan yang bisa mengakibatkan banyak kerugian? Adakah orang yang akan berdiam diri?

Namun ternyata, banyak yang menjadi tangisan karena tindakan ini. Teman dan saudara seperjuangan kita banyak yang gugur karena aksi ini. Hak untuk hidup bagi mereka hilang dengan alasan “dia adalah seorang provokator” benarkah? Lalu siapa sebenarnya yang menjadi provokator dari seorang provokator yang mereka hilangkan kehidupannya?

Mengubah Dunia Lebih Baik

Tentu semua negara tidak ingin terlihat buruk dari negara lainnya. Banyaknya kabar yang keluar akibat kejadian ini menjadi hal yang bisa orang nilai bahwa negara ini sedang kacau. Lalu apa tindakan yang benar? Banyak sekali spekulasi dari seorang ahli tentang hal ini. Kebebasan dalam hal apapun harus bisa kita pegang dan akui secara teguh selama hak ini tidak merugikan orang lain. Selama hak ini tidak merenggut kebebasan orang lain, akankah kita sebagai masyarakat menjadi pengubah dunia yang lebih baik?…

Baguskah Menggunakan Hak Kebebasan Secara Berlebihan?

Melakukan banyak hal tanpa ada yang menghalangi tentu sangat kita inginkan bukan? Bebas membeli barang, memilih pasangan, memilih pembelajaran dan banyak hal lainnya. Tentu saja hak dari kebebasan yang bisa kita dapatkan dari kecil ini harus bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya agar bisa menguntungkan.

Lebih menguntungkannya lagi adalag negara kira memberikan banyak hak kebebasan untuk kemajuan negara. Ingat, hanya untuk kebaikan Anda, nusa, bangsa dan negara! Contohnya dalam kebebasan memilih pemimpin negara, memilih tempat tinggal dan banyak hal lainnya tanpa adanya paksaan dari orang lain. Numun, jika Anda menggunakan kebebasan untuk kejahatan, bersiaplah untuk menghadapi suatu hal yang kejam nantinya!

Kebebasan

Banyak sekali arti dari kebebasan, baik itu menurut arti negara kita dan negara lain. Namun intinya dari kebebasan itu adalah melakukan suatu hal dengan sesuka hati tanpa adanya paksaan dan halangan dari orang lain. Tentu ini sangat menguntungkan kita dalam menghabiskan masa hidup kita untuk mendapatkan banyak hal yang membahagiakan.

Meskipun kita mendapatkan banyak hak kebebasan yang ada sejak lahir hingga meninggal nanti, tetap saja kita tidak boleh menggunakannya secara berlebihan. Loh, kenapa tidak boleh ketika hak ini sudah ada sejak kita lahir? Banyak sekali cara dalam menggunakan kebebasan dalam hidupnya, ada itu kebebasan yang bisa berakhir baik untuk diri sendiri dan banyak orang. Ada juga kebebasan yang hanyak menguntungkan bagi satu pihak dan sangat membuat orang lain terpuruk.

Anda pasti tidak mau melakukan kebebasan ini dan merugikan orang lain bukan? Ya kami sarankan jika Anda tidak terdesak mendapatkan kesenangan, Anda bisa berbagi kebebasan agar sama-sama bahagia. Tetapi jika Anda memaksakan untuk melakukan kebebasan berlebihan, maka ini yang akan Anda hadapi selanjutnya!

1. Sanksi Sosial

Pasti Anda sering sekali mendengar rumpi dan bisik-bisik tetangga. Melakukan suatu hal yang biasa masyarakat lihat tidak wajar seperti biasanya akan menjadi bahan bicaraan mereka. Memang sih seharusnya kita tidak perlu terlalu memperdulikan hal ini jika apa yang kita lakukan tidak merugikan orang lain.

Tetapi jika ada orang yang memarkirkan mobilnya pada jalan yang cukup kecil, sebagai contohnya. Hal ini membuat jalan tersebut macet dan membuat gaduh banyak orang. Lalu pemilik mobil berkata ” Bebas dong saya parkir dimana saja, yang jelas mobil ini ada pada daerah saya!” kira-kira dari kebebasan itu, apa yang terjadi? Akan banyak masyarakat yang tidak menyukainya, dan bahkan hal gila seperti mobil tersebut rusak tiba-tiba bisa jadi sanksi yang akan Anda dapatkan jika jadi orang tersebut. Waduh, Anda tidak akan memiliki teman jika begitu bukan?

 2. Di Demo

Ingatkah Anda ketika RUU cipta kerja pemerintah sahkan? Iya undang-undang yang dibuat secara bebas oleh DPR yang katanya menguntungkan bagi semua tapi ternyata sebaliknya. Inilah yang terjadi karena kebebasan mereka dalam merapatkan sesuatu tanpa memperdulikan akan banyaknya orang yang dirugikan nantinya.

Tentu selain di Demo dan banyak aksi sindiran lainnya, akan membuat mereka dan keluarganya terganggu bahkan bisa gila karena hal tersebut. Rasanya sanksi yang bisa didapat daripada keuntungannya tidak sebanding ya! Lalu apa jadinya jika Anda yang berada pada posisi itu?

3. Masuk Penjara

Apakah Anda ingin masuk penjara karena melakukan kebebasan Anda secara berlebihan hanya demi kepuasan sendiri? Waduh kebebasan Anda akan hilang secara terpaksa jika Anda melakukan kesalahan ini. Sama seperti masalah-masalah tadi, melakukan kebebasan secara berlibahan tidaklah menguntungkan.

Dari contoh-contoh tadi jika banyak orang yang melaporkannya sampai ke pihak yang berwajib, maka jalan akhirnya adalah tinggal di penjara. Selain itu bisa saja Anda diminta untuk membayar sejumlah uang yang banyak untuk bisa bebas dari tempat tersebut.

Meskipun mendapatkan dan menggunakan kebebasan sangat diperbolehkan, bukan berarti juga Anda bisa menggunakannya secara berlebihan apalagi mengambil kebebasan orang lain. Ini bukanlah hal yang baik dan Anda bisa mendapatkan ancaman yang menunggu Anda nantinya. Mungkin masalah itu tidak datang sekarang, namun nanti Anda pasti akan mendapatkannya. Jadi gunakan kebebasan ini dengan baik ya!…

Ini yang Terjadi Jika Anda tidak Mendapat Kebebasan Berpendapat

Menurut Anda apa faktor utama dalam suatu kemajuan dan perkembangan? Bukan hanya pemikiran yang bagus dan uang yang banyak sebagai pendukung. Namun kebebasan pendapatlah yang menjadi faktor penting dari mengapa banyak hal menjadi maju dan berkembang dengan pesat pada seluruh negeri. Jika Anda hanya bisa memikirkan suatu inovasi saja tanpa adanya pengajuan ketika berpendapat, akankah kemajuan dan pengembangan itu terjadi?

Kebebasan Berpendapat

Apa hak yang Anda miliki dari mulai Anda lahir hingga meninggal nanti? Hak yang sudah menjadi kewajiban dalam penggunaannya yang baik, tidak ada batasan pemakaian dan tidak ada yang boleh mengambilnya. Yap, hak untuk kebebasan berpendapat, menjadi hal yang penting dan semua orang miliki. Kita sebagai manusia yang tinggal di negara ini sudah pasti memiliki hak untuk kebebasan berpendapat dalam bentuk apapun, selagi tidak mengandung kebencian dan SARA (Suk Ras dan Agama).

Anda dan semua orang bisa menggunakan kebebasan pendapat ini dalam melakukan berbagai hal. Misalnya seperti menuntut keadilan, menyampaikan opini untuk sebuah inovasi kebaikan dan banyak hal lainnya. Tentu Anda bisa memanfaatkan hak istimewa ini untuk kemajuan dan perkembangan bagi Anda, bangsa dan negara. Meski hak ini Anda dapatkan mulai dari lahir, bukan berarti juga Anda bisa menggunakannya untuk menginjak atau mengambil hak orang lain. Ini sangat salah besar!

Lalu jika Anda mengambil hak untuk berpendapat orang lain atau sebaliknya Anda yang diambil haknya, maka ini yang akan terjadi.

Hal yang Terjadi Jika tidak Mendapatkan Kebebasan Berpendapat

  • Tertindas oleh Oknum Tertentu

Ketika Anda tidak memiliki hak dalam kebebasan berpendapat, Anda akan mudah tertindas oleh oknum tertentu. Anda tidak bisa melakukan protes karena Anda tidak memiliki hak itu dan hal yang bisa terjadi mungkin Anda akan hilang dari negara ini.

Misalnya seperti negara-negara komunis yang ada di dunia. Pemerintah pada negara itu mengambil hak kebebasan berpendapat warganya agar tidak ada yang menentang sistem yang mereka buat. Lalu apa yang terjadi jika warga tersebut melawan apa yang telah pemerintah tetapkan? Warga tersebut akan terbunuh atau menghilang/terusir dari negara tersebut dan ini bisa terjadi hingga turunan-turunannya. Sangat mengerikan jika hal ini terjadi pada kita bukan?

  • Tidak Adanya Kemajuan

Sering terjadi pada negara kita Indonesia ketika penyelenggaraan pemilihan umum pemerintahan, seperti presiden, walikota, dan DPR. Apa yang selalu terjadi pada negara kita ketika menuju hari penyelenggaraan pemilu itu? Semua orang yang mencalonkan dirinya sebagai staff pemerintahan akan memberikan uang, sembako dan barang lainnya dengan meminta agar orang tersebut memilihnya. Tanpa kita sadari, sebenarnya hak kita untuk kebebasan berpendapat dan bersuara sudah terambil oleh berbagai materi yang mereka berikan.

Hal yang mengerikan dari hal ini adalah, kita tertipu oleh janji mereka. Karena hak berpendapat kita hilang hanya dari materi yang kita dapatkan sehari. Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah wilayah atau bahkan negara tempat kita tinggal tidak akan mendapatkan kemajuan dan akhirnya tertinggal dari negara maju lainnya.

Hal yang Terjadi Jika Terlalu Bebas dalam Kebebasan Berpendapat

Setelah Anda membaca penjelasan tadi, Anda pasti tahu bahwa hilangnya kebebasan pendapat sangatlah merugikan dan mengerikan. Tetapi bukan berarti kebebasan pendapat yang begitu bebasnya juga baik dan berikut adalah hal yang terjadi jika Anda terlalu bebas dalam menggunakan kebebasan berpendapat.

  • Perperangan

Perang tidak semata-mata terjadi dengan bom, tembakan dan pukulan seperti penjajahan. Tetapi peperangan yang bisa terjadi jika Anda terlalu bebas dalam berpendapat adalah ungkapan yang bisa membuat kemarahan. Ini sering terjadi pada media sosial yang biasa Anda mainkan. Saling berperang komentar-komentar tentang pendapat masing-masing pengguna dan membuat salah satunya kalah dengan keganasan komentar. Jika ii terjadi pada Anda tentu Anda akan merasakan sakit hati dan psikologi Anda bisa terganggu.

  • Penistaan sebagai Kasus Tertinggi

Anda tahu bahwa kebebasan pendapat ini sangat diperbolehkan jika tidak mengandung unsur kemarahan dan SARA. Namun, ada saja orang yang secara sengaja atau tidak sengaja memasukan unsur ini dalam berpendapat. Tentu ini adalah hal yang sangat salah dan bisa menjadi kasus penistaan meski hanya dari sebuat pendapat atau komentar.

Jadi Anda dan kita semua harus bisa memanfaatkan hak untuk kebebasan berpendat ini dengan tepat ya!…

Infuencer Media Sosial, Kebebasan Berpendapat, dan Penghinaan Merek Dagang

Di dunia dimana teknologi sedang berkembang saat ini, pengaruh media sosial adalah salah satu cara pemasaran dan periklanan yang paling berdampak dan efektif. Tetapi sementara banyak dari kita yang akrab dengan budaya hashtag dan tagar yang influencer media sosial gunakan seperti, ‘like’, ‘share’, ‘komen’ dan ‘subscribe’, kita belum tentu mengerti siapa sebenarnya influencer itu.

Evolusi media sosial secara alami memberi kemunculan influencer media sosial, yang menjangkau jutaan orang setiap hari melalui berbagai platform. Mereka bisa meninjau apa saja, mulai dari vitamin hingga pakaian atau bahkan, gaya hidup sederhana. Influencer ini sering menggunakan niat baik yang mereka nikmati di antara audiens mereka untuk mempromosikan merek, mendukung tujuan, atau membujuk mereka untuk melakukan atau menahan diri dari melakukan suatu tindakan. Dampak dari influencer tersebut tidak bisa diremehkan. Influencer media sosial memiliki kekuatan untuk mengubah sikap dan pola pikir orang. Tetapi dengan kekuatan yang besar juga datang tanggung jawab yang besar! Dan di sinilah keputusan Pengadilan Tinggi Bombay baru-baru ini menjadi trending.

Pada 15 Januari, Pengadilan Tinggi dalam “Marico Limited vs Abhijeet Bhansali”, membahas tugas dan kewajiban influencer media sosial. Penilaian tersebut berputar di sekitar pertanyaan apakah komentar posting terhadap produk terkenal di situs media sosial mendapat perlindungan di bawah hak kebebasan berbicara dan berekspresi, atau apakah akan tunduk pada pembatasan yang wajar.

Marico Limited (“Penggugat”) pemilik merek terkenal “PARACHUTE” memegang 46,7% dari pangsa pasar dalam kategori minyak kelapa, melakukan proses hukum terhadap Abhijeet Bhansali (“Tergugat”), seorang blogger video (“vlogger”) yang menjalankan saluran berjudul “Bearded Chokra “di YouTube. Tergugat mengupload video yang berjudul “Apakah Minyak Kelapa Parachute 100% Murni?” pada September 2018, mengkritisi produk Penggugat. Dalam video tersebut, Tergugat membuat pernyataan seperti “INI TIDAK SEPERTI YANG KALIAN PIKIRKAN !! SAYA AKAN MEMBUKTIKANNYA !!!!” dan “baunya mirip dengan kelapa kering atau busuk.”

Kasus Penggugat karena Penghinaan

Penggugat berpendapat bahwa video Tergugat adalah serangan yang menargetkan produknya, untuk menarik lebih banyak penonton terhadap video tersebut. Marico berpendapat bahwa video tersebut memberikan informasi yang tidak benar. Video tersebut menipu penonton sehingga percaya bahwa tes yang Tergugat lakukan (seperti yang ada di video) membuktikan klaim Tergugat bahwa produk Penggugat berkualitas rendah. Penggugat juga mengatakan bahwa Tergugat berusaha untuk mempromosikan dua produk pesaing lainnya dengan memberikan tautan untuk membeli produk tersebut dari pengecer online. Marico merasa bahwa tindakan Tergugat termasuk dalam kategori “kegiatan komersial” dan bukan tinjauan umum produk oleh konsumen biasa.

Kasus Tergugat untuk Pendapat yang Bonafid

Sedangkan Tergugat menyatakan bahwa isi videonya adalah benar dan merupakan pendapatnya yang bonafid. Demi mendukung kasusnya, Tergugat juga mengajukan beberapa artikel ilmiah dari jurnal ilmiah ternama. Dia menunjukkan uji klinis bahwa “minyak kopra” lebih rendah kualitasnya dari “minyak kelapa murni”. Dia mengandalkan ekstrak artikel, makalah dan literatur serupa lainnya untuk membandingkan minyak kopra dan minyak kelapa murni. Tergugat berpendapat bahwa Penggugat tidak mengalami “kerugian khusus” yang timbul dari video tersebut. Tidak seperti kasus pencemaran nama baik pada umumnya, kerugian Penggugat dari pernyataan yang tidak benar/mencemarkan nama baik tidak masuk dalam kategori kasus yang melibatkan gugatan penghinaan terhadap barang. Tergugat juga menyampaikan bahwa ia bukan pedagang/produsen atau saingan barang Penggugat. Oleh karena itu, kategori perendahan barang/fitnah barang tidak berlaku baginya.

Pengaruh Besar Mendatangkan Tanggung Jawab Besar Pula

Pengadilan Tinggi Bombay menggunakan sengketa tentang penghinaan merek dagang ini untuk mempertahankan kekuasaan dan tanggung jawab para pemberi pengaruh media sosial. Hakim berpendapat bahwa orang-orang seperti itu hanya tahu betul bahwa mereka memiliki pengaruh yang signifikan atas audiens mereka. Dan pernyataan mereka memiliki pengaruh yang besar dan mendalam. Pengadilan mengatakan bahwa pengikut mereka menempatkan tingkat kepercayaan tertentu pada influencer media sosial, dan menerima pernyataan mereka sebagai fakta tanpa banyak pengawasan. Hakim selanjutnya menekankan pada fakta bahwa Tergugat tidak dapat menyampaikan pernyataan dengan impunitas yang sama yang tersedia untuk orang biasa.

Pengadilan berpendapat bahwa, Tergugat memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan bahwa pernyataannya tidak menyesatkan publik dan bahwa ia menyebarkan informasi yang benar. Pengadilan menyebutkan bahwa pernyataan itu dibuat dengan sembrono, dan tanpa peduli apakah itu benar atau salah. Baik pengujian yang Tergugat lakukan dalam videonya, maupun pasal-pasal yang menjadi landasan, tidak menunjukkan bahwa pernyataan yang Tergugat publikasikan adalah benar.

Mengenai Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

Pengadilan mengatakan bahwa Tergugat tidak dapat menuntut hak fundamental untuk menyalahgunakan produk Penggugat dengan membuat tuduhan palsu dan keji terhadapnya untuk mendapatkan keuntungan moneter. Dalam hal ini, Pengadilan menerapkan pasal yang berkaitan dengan pembatasan hak atas pendapat komersial berdasarkan Pasal 19 (1) (a) dan 19 (2) Undang-Undang Perdata.

Pengadilan mengatakan bahwa hak fundamental atas kebebasan berbicara dan berekspresi bukanlah hak yang tidak terkekang. Meskipun kebebasan berbicara dan berekspresi adalah hak setiap orang. Namun juga perlu adanya pembatasan atas kebebasan ini untuk pemeliharaan ketertiban sosial dalam demokrasi. Karena tidak ada kebebasan yang benar-benar tidak terbatas. Pasal 19 (2) memberikan dasar di mana pembatasan yang wajar atas kebebasan berbicara dan berekspresi. Meski iklan dan pidato komersial adalah bagian dari hak fundamental yang mendapat jaminan berdasarkan Pasal 19 (1) (a). Hak fundamental tidak dapat disalahgunakan oleh individu mana pun. Baik dengan cara memfitnah, meremehkan, mendiskreditkan, atau meremehkan produk orang lain dengan cara kampanye negatif.

Oleh karena itu, Pengadilan berpendapat bahwa Tergugat tidak dapat mengelak. Dengan dalih mendidik atau “menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada publik”, memberikan informasi yang menyesatkan untuk meremehkan produk Penggugat. Setiap kampanye untuk mendidik anggota masyarakat dengan menempatkan di hadapan mereka haruslah fakta-fakta yang benar. Namun alasan tersebut tidak boleh jadi landasan untuk memberikan informasi yang menyesatkan dan merendahkan, mendiskreditkan atau meremehkan produk orang lain atau mempengaruhi konsumen untuk tidak membeli produk tersebut. Selain itu, penggunaan merek dagang terdaftar Penggugat secara tidak sah oleh Tergugat dengan cara yang merugikan karakter atau reputasinya yang khas tidak dapat sejalan dengan praktik jujur ​​dalam masalah industri atau komersial.

Pengadilan memutuskan bahwa video yang menjadi permasalahan harus Tergugat hapus. Tetapi, untungnya, tidak mengabulkan permintaan Penggugat sehubungan dengan karya-karya Tergugat di masa depan. Hakim beranggapan bahwa pertanyaan apakah konten yang Tergugat buat di masa depan meremehkan atau tidak akan menjadi keputusan dalam fakta dan keadaan kasus.

Kesimpulan

Banyak pertanyaan yang masih membutuhkan jawaban, seperti kewajiban perusahaan pesaing jika influencer media sosial terbukti sengaja mempromosikan produk mereka. Bahkan pertanyaan tentang penghinaan merek itu sendiri tidak mendapat jawaban, meskipun Penggugat mengajukan kasus yang sama. Namun demikian, ini adalah penilaian penting, karena ini adalah yang pertama membahas influencer media sosial dan peran mereka dalam masyarakat. Dengan jaringan virtual yang tumbuh dengan kecepatan eksponensial setiap hari, kemungkinan kasus seperti ini akan muncul lagi di masa mendatang.…

From Zero to Hero: Berjudi untuk Mematahkan Belenggu Keuangan

Apakah Anda ingin mematahkan belenggu kendala keuangan?

Warren Buffet menyarankan bahwa setiap orang yang bekerja (dengan pendapatan berulang yang stabil) harus menabung! Setidaknya 30% dari pendapatan mereka untuk mengamankan masa depan mereka. Dengan kata lain, keuangan Anda dianggap tidak sehat jika rasio hutang terhadap pendapatan Anda di atas 30 persen. Nah, teori “ekonomi” ini hanya bekerja untuk beberapa orang.

Pertanyaan cepat…
Apa yang akan terjadi pada Anda jika Anda kehilangan pekerjaan hari ini?
Apakah Anda memiliki cukup uang dalam dana darurat untuk menopang Anda selama 3 hingga 6 bulan ke depan?

Ini pada dasarnya adalah ketakutan finansial terbesar setiap orang. Dan satu hal lagi, tidak ada yang mau bekerja selamanya!

Lepaskan Dirimu dari Belenggu Kendala Keuangan!

Jika Anda tidak berencana untuk mempertahankan pekerjaan tetap Anda di atas usia 60-an. Atau Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu menikmati hidup bersama keluarga dan orang yang Anda cintai? Maka dengarkan tips ini.

Anda perlu mulai membangun landasan yang kokoh untuk hak tersebut sekarang. Anda membutuhkan rencana induk. Investasi yang sehat beragam dan mencakup opsi berisiko rendah dan berisiko tinggi. Anda hanya perlu menemukan tingkat kenyamanan Anda. Berinvestasi pada apa yang memungkinkan kemampuan finansial Anda. Sudah menjadi fakta umum bahwa kebanyakan dari kita dihadapkan pada kenyataan pahit. Memikul beban keuangan (luar biasa) yang kita tanggung secara teratur. Impian kita selamanya tidak terjangkau karena hutang kita membatasi suplai uang tunai yang tidak mencukupi yang kita miliki.

Semua itu bisa berhenti hari ini!

Tentang Judi…

Lalu bagaimana Anda bisa mencapai kebebasan finansial dalam hidup Anda dan menikmati kehidupan bebas hutang?

Selingan: Satu fakta yang harus Anda pahami saat ini adalah bahwa semua investasi hanyalah bentuk perjudian yang dimuliakan. Bahkan Wall Street (atau membeli saham) hanyalah salah satu bentuk perjudian yang dilegalkan! Dan untuk memperburuk keadaan, Wall Street mengizinkan “profesional” lain untuk berjudi dengan uang Anda. Sementara menutupi seluruh cobaan sebagai “dana pensiun target” atau “dana yang dikelola secara aktif”. Hanya untuk mengaburkan investasi mereka yang tidak aman di pasar yang bergejolak!

Hal pertama yang utama, perjudian sepenuhnya legal. Namun, meskipun ada literatur yang tak terhitung jumlahnya tentang perjudian sepanjang sejarah. Tidak jelas kapan aktivitas perjudian dimulai. Hal lainnya adalah bahwa usaha perjudian telah mendanai semua aspek. Mulai dari perawatan kesehatan dan usaha kesejahteraan sosial selama beberapa dekade untuk berabad-abad! Deskripsi perjudian ditemukan bahkan di kitab suci seperti Alquran dan Mahabharata. Bukti dengan jelas menunjukkan bahwa perjudian mungkin telah dimulai jauh sebelum buku-buku ini ditulis. Faktanya, perjudian mungkin lebih tua dari catatan kehidupan manusia itu sendiri! Menurut Schwartz (2006), perjudian diciptakan sebagai peristiwa rahasia yang disayangi oleh beberapa orang. Ini terutama alasan mengapa perjudian membawa posisi dan makna yang berbeda ke komunitas yang berbeda. Budaya, peraturan perundang-undangan, dan agama punya makna tersendiri soal judi.

Fakta lain yang tidak akan pernah dibicarakan oleh kebanyakan orang. Bahwa terlepas dari jumlah uang yang mereka hasilkan dari pekerjaan sehari-hari. Tidak ada dari mereka yang merasa bebas secara finansial dengan cara apa pun! Atau mengalami sesuatu yang mendekati itu. Sebagian besar dari “populasi pekerja” diam-diam tenggelam dalam tagihan. Biasanya mencakup hipotek, biaya kuliah untuk anak-anak, atau tabungan pensiun di antara masalah pribadi lainnya.

Strategi Judi yang Cerdas

Harap perhatikan bahwa strategi perjudian casino online yang cerdas dan terkadang beruntung menyelesaikan masalah Anda hari ini!

Bagaimana?

Mari kita mulai …

Tidak seperti melakukan pekerjaan biasa (penghasilan tetap). Atau berfokus pada investasi yang memaksa Anda mengumpulkan uang dari satu sumber tak terduga untuk “mencapai” kebebasan finansial. Perjudian langsung memungkinkan Anda mengubah hidup Anda dalam sekejap. Dari nol menjadi pahlawan dalam sekejap mata secara harfiah! Sangat mudah untuk mengubah beberapa pound menjadi jutaan hanya dengan satu investasi yang bijaksana. Lupakan semua yang mereka katakan tentang aspek negatif perjudian dan gangguan perjudian. Sebuah penelitian terbaru oleh pemerintah Finlandia menemukan fenomena unik. Bahwa 87% dari total (3,7 juta) penduduknya yang berusia 15 tahun keatas mencoba berjudi. Setidaknya sekali seumur hidup mereka.

Namun, orang Finlandia bukan satu-satunya yang cukup pintar (dan berani) untuk mengambil jalur perjudian sebagai sarana kebebasan finansial. Strategi investasi yang bijaksana ini dengan cepat tumbuh menjadi fenomena global.

Jessica Agbunag

Jessica Agbunag baru saja lulus dari sekolah menengah saat dia memutuskan untuk mencoba peruntungannya di Wheel of Fortune di Vegas. Satu putaran dan Jess lebih kaya $1,7 juta! Dia telah memasang (menginvestasikan) taruhan $12 sebelum kemenangan besar. Jessica sedang dalam perjalanan akhir pekan khusus perempuan ke Vegas setelah lulus sebelum kemenangannya yang luar biasa. Ini secara otomatis mengubah Jessica menjadi bintang/selebriti. Ketika dia segera beralih dari menyesap minuman murahnya ke membeli minuman untuk setiap penjudi di rumah! Menurut Anda, berapa lama Jessica harus bekerja untuk mengumpulkan satu juta dolar di rekening pribadinya? Atau melunasi pinjaman pelajarnya? Atau membeli rumah yang layak dan mobil yang bagus?

Ashley Revell

Ashley Revell adalah seorang penjudi Inggris yang putus asa yang memutuskan untuk menjual semua yang dimilikinya (yang tidak banyak). Lalu berinvestasi dalam perjudian sebagai sarana untuk menstabilkan keuangannya. Dia berakhir dengan kemenangan £192.000 yang mengubah hidupnya selamanya. Setelah menempatkan semua uangnya di RED (lucky 7) saat bermain roulette di kasino lokal.

Penelitian Mahasiswa MIT

Sekelompok mahasiswa dari MIT menggunakan trik menghitung kartu mereka untuk memenangkan beberapa juta pound dengan bermain Blackjack. Orang-orang ini akhirnya memiliki begitu banyak uang sehingga mereka harus membentuk perusahaan investasi untuk menangani keuangan mereka.

Go Wild on Safari!

Jika menurut Anda semua cerita di atas tidak termasuk dalam kategori peristiwa luar biasa yang mengubah hidup. Maka mungkin Anda harus berbicara dengan wanita yang baru saja datang dari perjalanan ke Afrika ini. Sebelum mencoba peruntungannya di kasino online favoritnya (pinkcasino.co.uk). Dia memenangkan rahang menjatuhkan 80.000 pound saat memainkan mesin slot “Go Wild on Safari!” Sepertinya dia tidak pernah menghabiskan satu sen pun selama liburannya. Kemenangannya yang luar biasa melunasi semua pengeluarannya dan memberikan surplus besar.

 …

Batasan Kebebasan Berekspresi yang Ada di Negara Jepang

Keadilan pada Konstitusi Jepang

Konstitusi Jepang menjamin kebebasan berekspresi dan Mahkamah Agung telah menyatakan bahwa kebebasan berekspresi sangat penting di negara demokratis seperti Jepang. Namun, kebebasan ini mungkin terbatasi demi kesejahteraan publik sampai batas yang wajar dan tidak dapat terhindari.

Masalah mengganggu pidato masyarakat umum belum terbahas di Jepang, tetapi mengganggu pidato kampanye adalah pelanggaran pidana.

Tidak ada mekanisme untuk secara khusus mengontrol lembaga penyiaran yang bekerja atas nama pemerintah asing. Semua penyiar mewajibkan oleh UU Penyiaran untuk bersikap adil secara politik dan tidak memutarbalikkan fakta.

I. Perlindungan Kebebasan Berbicara

Konstitusi Jepang menjamin kebebasan berkumpul dan berserikat serta kebebasan berbicara, pers, dan semua bentuk ekspresi lainnya. Kebebasan berekspresi yang berkaitan dengan masalah publik beranggap “sebagai hak konstitusional yang sangat penting dalam negara demokratis.”. Hal ini terlakukan karena sangat penting untuk membentuk opini mayoritas konstituen. Namun, Konstitusi juga menyatakan bahwa orang “akan menahan diri dari penyalahgunaan kebebasan dan hak-hak ini. Orang tersebut harus selalu bertanggung jawab untuk menggunakannya untuk kesejahteraan umum.”

Meskipun terlindungi secara konstitusional, Mahkamah Agung telah berulang kali menyatakan bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas dan mungkin terbatasi. Misalnya yang MK jelaskan dalam pasal sebagai berikut:

Tertera mengenai kebebasan berekspresi berdasarkan Pasal 21, ayat (1). Dalam ayat tersebut ternyatakan bahwa konstitusi tidak terjamin tanpa batasan. Tetapi konstitusi tersebut dapat terbatasi untuk kepentingan kesejahteraan umum sampai batas yang wajar dan tidak dapat terhindari. Apakah pembatasan pada jenis kebebasan tertentu dapat di terima atau tidak? Ini tergantung dalam batas tertentu yang harus tertentukan dengan membandingkan berbagai faktor. Faktor-faktor ini termasuk tingkat kebutuhan untuk membatasi kebebasan, konten dan sifat kebebasan yang akan terbatasi. Di sisi lain, secara cara dan tingkat kebebasan. pembatasan khusus akan terkenakan pada kebebasan yang bersangkutan.

Ada ketentuan pidana yang menghukum tindakan berekspresi yang merugikan orang lain, seperti pencemaran nama baik, penghinaan, dan intimidasi. [5] Selain itu, jika suatu ekspresi merupakan gugatan, upaya hukum sipil tersedia. [6]

Gangguan Pidato Publik

Selain gangguan pidato kampanye politik, gangguan pidato publik belum menjadi masalah di Jepang. Gangguan pidato kampanye politik terlarang oleh Undang-Undang Pemilihan Kantor Publik. Pelanggarannya akan kena hukuman penjara tidak lebih dari empat tahun. Atau dapat terkenakan denda tidak lebih dari satu juta yen (sekitar US $ 9.000).

Pada tahun 1948, Mahkamah Agung menyatakan bahwa, bahkan ini berlaku jika pidato kampanye berlanjut setelah gangguan. Orang yang mengganggu pidatonya dengan mencemooh dan berdebat dengan serta memukul staf kampanye dapat kena hukuman. Pengadilan juga menyatakan bahwa tindakan untuk membuat tidak mungkin atau sulit bagi penonton lain untuk mendengar pidato dapat teranggap gangguan. Sehingga hal-hal tersebut dapat tertindaklanjuti dari pidato kampanye.

Ketika pidato kampanye Perdana Menteri Shinzo Abe atas nama seorang kandidat dalam pemilihan pemerintah metropolitan Tokyo terinterupsi. Itu terlakukan oleh sekelompok orang pada Juli 2017. Masalah ini merupakan gangguan pidato kampanye dengan mencemooh menarik perhatian orang. Pada kampanye pemilihan DPR berikutnya pada bulan Oktober 2018, beberapa peserta pidato kampanye secara sukarela mulai memarahi para penipu. Beberapa pengamat mengklaim bahwa hecklers melanggar hak peserta lain untuk mengetahui.

II. Kontrol Penyiaran Asing

Tidak ada mekanisme untuk secara khusus mengontrol penyiar asing yang bekerja atas nama pemerintah asing. Namun, ketika penyiar mengedit program siaran domestik atau domestik dan internasional, ia harus mematuhi yang berikut:

  • Program tidak boleh mempengaruhi keselamatan publik atau moral yang baik secara negatif;
  • Program tersebut harus adil secara politik;
  • Pelaporan tidak boleh mendistorsi fakta; dan
  • Program harus mengklarifikasi poin yang menjadi masalah dari sebanyak mungkin sudut di mana ada pendapat yang bertentangan tentang suatu masalah.

Berdasarkan Undang-Undang Radio, dapat terlihat contoh kasus saat penyiar yang merupakan pemegang lisensi stasiun radio telah melanggar Undang-Undang Radio. Ini juga berlaku saat melanggar Undang-Undang Penyiaran. Maka dari itu, menteri Dalam Negeri dan Komunikasi dapat memerintahkan penangguhan pengoperasian stasiun radio untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini tidak lebih dari tiga bulan. Menteri juga memberlakukan batasan pada jam operasi yang terberi izin, frekuensi, atau daya antena untuk jangka waktu tertentu.…

Dapatkan Hak Anda dalam Kebebasan Berekspresi!

Mendapatkan pendidikan bukan hanya tentang buku dan nilai – kami juga belajar bagaimana berpartisipasi penuh dalam kehidupan bangsa ini. (Karena masa depan ada di tangan kita!)

Tetapi untuk benar-benar berpartisipasi, kami perlu mengetahui hak-hak kami – jika tidak, kami dapat kehilangannya. Undang-undang tertinggi di tanah kita adalah Konstitusi AS, yang memiliki beberapa amandemen, yang dikenal sebagai Bill of Rights. Bill of Rights menjamin bahwa pemerintah tidak akan pernah dapat mencabut hak-hak fundamental tertentu orang-orang di A.S. Termasuk hak atas kebebasan beragama dan kebebasan berbicara serta proses hukum yang sesuai. Banyak hukum federal dan negara bagian memberi kita hak tambahan juga.

Bill of Rights berlaku untuk orang muda serta orang dewasa. Dan yang akan saya lakukan di sini adalah memberi tahu Anda tentang KEBEBASAN BEREKSPRESI.

APA ARTINYA KEBEBASAN BEREKSPRESI?

Amandemen Pertama menjamin hak kami atas kebebasan berekspresi dan kebebasan berserikat. Yang artinya pemerintah tidak berhak melarang kami mengatakan apa yang kami suka dan menulis apa yang kami suka; kita bisa membentuk klub dan organisasi, dan ambil bagian dalam demonstrasi dan unjuk rasa.

APAKAH SAYA BERHAK MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DAN KEYAKINAN SAYA DI SEKOLAH?

Iya. Pada tahun 1969 di Tinker v. Des Moines Independent Community School District, Mahkamah Agung menyatakan bahwa siswa di sekolah umum. Yang dijalankan oleh pemerintah – tidak meninggalkan hak Perubahan Pertama mereka di gerbang sekolah. Ini berarti Anda dapat mengungkapkan pendapat Anda secara lisan dan tulisan – dalam selebaran atau di kancing, ban lengan atau kaus.

Anda berhak untuk mengungkapkan pendapat Anda selama Anda melakukannya dengan cara yang “secara materi dan substansial”. Tidak mengganggu kelas atau kegiatan sekolah lainnya. Jika Anda mengadakan protes di tangga sekolah dan memblokir pintu masuk gedung, petugas sekolah dapat menghentikan Anda. Mereka mungkin juga dapat menghentikan Anda menggunakan bahasa yang menurut mereka “vulgar atau tidak senonoh”. Jadi hati-hati dengan kata-kata kotor, oke?

Selain itu, pejabat sekolah tidak boleh hanya menyensor satu sisi kontroversi. Jika mereka mengizinkan artikel di koran sekolah resmi yang mengatakan bahwa seks pranikah itu buruk. Mereka mungkin tidak menyensor artikel yang mengatakan seks pranikah itu baik.

APA YANG DIIZINKAN UNTUK KATAKAN DALAM KERTAS SEKOLAH?

Ingatlah – sekolah swasta memiliki lebih banyak kelonggaran untuk menetapkan aturan mereka sendiri tentang kebebasan berekspresi daripada sekolah negeri.

Itu tergantung pada apakah sekolah membayar untuk memproduksi kertas. Jika itu adalah kertas yang sepenuhnya dikelola siswa yang ingin Anda bagikan di sekolah. Sekolah mungkin tidak menyensor apa yang Anda katakan. Atau menghentikan Anda dari membagikannya selama kertas itu tidak “tidak senonoh”. Dan Anda tidak “secara materi dan secara substansial “mengganggu kegiatan sekolah. (Sekolah dapat memberikan batasan yang wajar pada “waktu, tempat, atau cara” membagikannya.) Aturan yang sama berlaku untuk selebaran atau kancing yang telah Anda buat dan bayar.

Namun, di koran sekolah resmi, Anda mungkin mengalami masalah saat menerbitkan artikel yang membahas masalah penting. Namun kontroversial seperti pendidikan seks, distribusi kondom, atau penyalahgunaan narkoba. Itu karena keputusan Mahkamah Agung 1988, Hazelwood School District v. Kuhlmeier. Dikatakan bahwa administrator sekolah umum dapat menyensor ucapan siswa dalam publikasi atau kegiatan resmi sekolah. Seperti drama sekolah, pameran seni, surat kabar atau buku tahunan. Jika pejabat berpikir siswa mengatakan sesuatu yang “tidak pantas” atau “berbahaya”. Meskipun sebenarnya tidak. vulgar dan tidak mengganggu.

Beberapa negara bagian – termasuk Colorado, California, Iowa, Kansas, dan Massachusetts. Memiliki undang-undang “Ekspresi Gratis Sekolah Menengah Atas”. Yang memberi siswa lebih banyak hak kebebasan berbicara daripada yang diharuskan Konstitusi. Tanyakan kepada ACLU setempat Anda untuk mengetahui apakah negara bagian Anda memiliki undang-undang semacam itu.

BISAKAH KITA MENYERAM GURU YANG BENAR-BENAR BURUK DI KERTAS SEKOLAH?

Dalam publikasi Anda sendiri, Anda berhak mengkritik bagaimana orang yang menjalankan sekolah Anda melakukan pekerjaan mereka. Tetapi Anda tidak dapat mencetak sesuatu tentang guru Anda yang Anda tahu. Atau seharusnya Anda ketahui tidak benar yang membuatnya terlihat buruk. Itu mungkin fitnah, dan itu bisa membuat Anda mendapat masalah.

APAKAH SEKOLAH SAYA DIIZINKAN MEMILIKI KODE PAKAIAN?

Itu tergantung di negara bagian mana Anda tinggal. Di beberapa negara bagian, siswa dapat menata rambut mereka sesuka mereka selama tidak membahayakan keamanan. (Seperti jika rambut Anda sangat panjang, Anda harus mengikatnya ke belakang selama percobaan sains). Pengadilan di negara bagian lain mengizinkan kode rambut sekolah – dan di mana kode rambut diizinkan, begitu pula kode pakaian. Tanyakan kepada ACLU setempat Anda tentang hukum di negara bagian Anda.

Jika menurut Anda kode berpakaian dan kode rambut sekolah Anda tidak adil dan Anda ingin menantangnya. Ketahuilah bahwa pengadilan mungkin tidak akan membatalkan kode tersebut. Kecuali hakim menemukan bahwa aturan tersebut benar-benar tidak masuk akal, atau bahwa mereka diskriminatif.

APAKAH SAYA HARUS MENGATAKAN JAMINAN KEWAJIBAN?

Tidak. Mahkamah Agung berpendapat bahwa membuat Anda mengatakan sesuatu yang tidak ingin Anda katakan. Sama saja dengan pelanggaran terhadap hak Pemerintah untuk membuat Anda mengatakan sesuatu yang tidak ingin Anda katakan. Seperti halnya pemerintah yang mencegah Anda mengatakan apa yang Anda inginkan untuk mengatakan. Anda memiliki hak untuk tetap duduk dengan tenang selama janji.

BISAKAH PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENOLAK UNTUK MENYIMPAN BUKU TERTENTU?

Ini adalah masalah yang sangat rumit. Sekolah tentu memiliki hak untuk memilih buku yang menurut mereka paling bernilai bagi siswanya. Dan menolak buku yang mereka yakini tidak bernilai. Di sisi lain, jika sekolah menolak untuk menyediakan buku karena alasan “sangat partisan atau politis,”. Yaitu, mereka hanya tidak setuju dengan sudut pandang penulis – maka penyensoran dan penyensoran adalah inkonstitusional. Dalam kasus tahun 1982 yang disebut Island Trees v. Pico, Mahkamah Agung memutuskan bahwa dewan sekolah tidak dapat menghapus buku dari perpustakaan sekolah. Hanya karena mereka tidak setuju dengan isinya. Tetapi di banyak komunitas di seluruh negeri, administrator sekolah dan pustakawan berada di bawah tekanan berat. Dari kelompok agama dan lainnya untuk menyensor apa yang kita baca dan pelajari.

Jika Anda yakin bahwa sekolah Anda menyensor buku karena sudut pandang mereka. Anda, guru Anda, dan pustakawan sekolah dapat menentang penyensoran buku di sekolah atau di pengadilan. Kebebasan membaca adalah kebebasan berpikir – dan itu benar-benar pantas diperjuangkan!

Hampir tidak dapat dikatakan bahwa baik siswa atau guru melepaskan hak konstitusional mereka atas kebebasan berbicara. . . di gerbang gedung sekolah. ”
–US. Mahkamah Agung, Tinker v. Des Moines (1969)

Kita menghabiskan sebagian besar hidup kita di sekolah, jadi mari kita angkat bicara! Bergabunglah dengan organisasi mahasiswa! Hadiri pertemuan sekolah! Petisi administrasi sekolah Anda! Bicarakan tentang hak Anda dengan teman-teman Anda! Jangan lupa, kami adalah masa depan!…

Kebebasan Berekspresi di Bawah Ancaman

Gaib dan stigma berjalan seiring. “Coming out” menjadi bagian sentral dari gerakan pembebasan gay di Amerika Serikat dan Eropa sejak 1960-an. Sebuah strategi yang diadopsi sebagai prasyarat untuk mengklaim hak. Dan di penghujung 1980-an, dalam menanggapi krisis AIDS, ACT UP (AIDS Coalition to Unleash Power) mengadopsi slogan “Silence = Death”. Yang menjadi seruan gerakan menantang diam dan stigma. Secara global, dalam tiga dekade terakhir, telah terjadi peningkatan pesat dalam visibilitas queer, difasilitasi oleh banyak faktor. Termasuk gambar dan ide yang beredar melalui internet, keterkaitan antara organisasi dan individu LGBT. Dan respon global terhadap HIV / AIDS.

Pada 2017, International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (ILGA) memiliki 1.228 organisasi anggota di 132 negara. Namun visibilitas juga memiliki risiko. Ketika visibilitas minoritas seksual dan gender telah meningkat, begitu pula prevalensi undang-undang yang berupaya melarang ekspresi identitas publik. Ketika “cinta yang tidak berani menyebut namanya” pindah ke lapangan umum. Aktivis LGBT di banyak belahan dunia diperlakukan dengan kecurigaan, dituduh mengimpor konsep asing. Mempromosikan homoseksualitas, dan mengancam “nilai-nilai tradisional.”

Pada minggu pertama Januari, pengadilan Tiongkok menerima kasus yang menantang larangan penggambaran homoseksualitas dari platform video online. Peraturan yang tidak jelas dan menyeluruh, yang diberlakukan pada Juni 2017 oleh otoritas regulasi media di bawah pemerintah China. Melarang penggambaran “gaya hidup atau perilaku seksual yang tidak normal,” termasuk homoseksualitas. Juga di antara subjek tabu adalah penggambaran “imperialisme China”, “pembebasan seksual”, atau “minum berlebihan”.

UU Penyiaran

Pedoman tersebut merupakan upaya untuk membawa konten internet sejalan dengan peraturan televisi China. Yang secara eksplisit melarang penggambaran hubungan sesama jenis sejak 2016. Hal ini terlepas dari fakta bahwa homoseksualitas tidak dikriminalisasi di China. Dan Perhimpunan Psikiatri China menghapus homoseksualitas dari situsnya. klasifikasi resmi gangguan jiwa pada tahun 2001. Pembatasan baru ini merupakan bagian dari pola kontrol sosial yang semakin ketat di Cina.

Demikian pula, parlemen Indonesia sedang mempertimbangkan revisi undang-undang penyiaran yang akan melarang “menampilkan perilaku lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender”. Anggota parlemen mengatakan bahwa larangan tersebut dapat mencakup drama dengan karakter gay. Siaran yang mengadvokasi hak-hak orang LGBT. Dan pertunjukan rakyat tradisional yang sering kali menyertakan waria (diterjemahkan secara longgar sebagai “perempuan transgender”).

Dede Oetomo, seorang aktivis, mengecam ancaman menjadikan karakter waria. Yang ada di mana-mana dalam budaya hiburan dan kecantikan Indonesia, tidak terlihat di media penyiaran. Bobby Rizaldi, seorang anggota parlemen. Mengatakan: “LGBT itu bukan pidana, tapi kalau masuk ke ranah publik, kalau disiarkan ke publik, tentu harus diatur”. Anggota parlemen lainnya mengatakan bahwa jika konten ditujukan untuk “memperbaiki kelainan”, maka konten tersebut akan diizinkan. Perdebatan yang sangat terpolarisasi tentang masalah LGBT di Indonesia adalah singkatan dari persaingan klaim antara pluralisme dan fundamentalisme.

Propaganda Rusia

Pada 2013, Rusia memberlakukan larangan nasional atas “propaganda hubungan seksual non-tradisional kepada anak di bawah umur”. Undang-undang bergaya propaganda serupa telah diperdebatkan di Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Latvia, Lituania, Moldova, dan Ukraina. Yang mengarah pada peningkatan diskusi publik tentang “nilai-nilai tradisional” dan persepsi ancaman yang ditimbulkan oleh minoritas seksual dan gender. Pada 2017, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengutuk hukum Rusia karena memperkuat stigma, mendorong homofobia, dan mendiskriminasi minoritas yang rentan. Rusia berkewajiban untuk mematuhi putusan tersebut, namun terus menuntut orang di bawah hukum – pelanggaran administratif yang, paling buruk, mengenakan denda. Tetapi efeknya tersebar luas dan berbahaya, yang mengarah pada sensor diri dan berkontribusi pada kekerasan yang dimotivasi oleh bias. Pemerintah Vladimir Putin telah menggunakan undang-undang ini untuk memobilisasi dukungan rakyat di dalam negeri. Dan mengambil jubah untuk melindungi “nilai-nilai tradisional” secara internasional.

Undang-Undang Pernikahan Sesama Jenis (Larangan) Nigeria (2014) lebih dari sekadar melarang pernikahan sesama jenis. Undang-undang tersebut menghukum membangun, mendukung, dan berpartisipasi dalam organisasi gay. Dan menunjukkan kasih sayang di depan umum dengan 10 tahun penjara. Undang-undang tersebut disahkan di tengah-tengah masalah keamanan, skandal korupsi, dan pemilihan umum di Nigeria, yang berfungsi sebagai sepak bola politik.

Gagasan bahwa homoseksualitas dapat “dipromosikan” secara tidak tepat berakar pada ketakutan akan hubungan sesama jenis sebagai penularan sosial. Sama seperti undang-undang yang melarang perilaku sesama jenis berusaha mengatur. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang dewasa dengan tubuh mereka. Begitu pula undang-undang propaganda dan promosi yang berupaya mengatur apa yang diperbolehkan di lingkungan sosial. Hukum sodomi dan propaganda didasarkan pada gagasan serupa tentang penularan dan polusi sosial.

Ekstremnya Rusia

Dalam hal ini, Chechnya adalah contoh ekstrem. Pada April 2017, tersiar kabar tentang pembersihan sistematis terhadap pria gay dan biseksual. Yang ditangkap dan disiksa sebelum dibebaskan ke keluarga mereka dalam ritual penghinaan publik. Yang mendorong apa yang disebut “pembunuhan demi kehormatan”. Alvi Karimov, juru bicara orang kuat Chechnya, Ramzan Kadirov, mengatakan pada saat itu, menyangkal pelanggaran tersebut: “Jika ada orang-orang seperti itu [gay] di Chechnya, lembaga penegak hukum tidak perlu berurusan dengan mereka karena kerabat mereka akan mengirim mereka ke suatu tempat di mana tidak ada jalan kembali. ” Dalam wacana ini, kaum gay benar-benar terhapus dari Chechnya. Keberadaan mereka tidak mungkin.

Salah satu cara pemerintah untuk membatasi visibilitas adalah dengan mempersulit kelompok LGBT untuk beroperasi. Pada tahun lalu saja, penggerebekan polisi di Uganda memaksa penutupan Festival Film Aneh Internasional Kampala. Dan aktivitas yang terkait dengan Kebanggaan Uganda selama seminggu. Di Turki, gubernur Ankara memberlakukan larangan tanpa batas pada semua acara LGBT publik di provinsi tersebut. Di Mesir, setelah 75 orang ditangkap dan 40 orang dihukum pada akhir 2017 setelah bendera pelangi dikibarkan di konser musik. Pemerintah memberlakukan pemadaman media pada semua gambaran positif tentang homoseksualitas. Dan pihak berwenang Tanzania menangguhkan organisasi yang menangani hak kesehatan LGBT. Dan menangkap seorang pengacara hak asasi manusia Afrika Selatan yang terkemuka. Bersama dengan 12 rekannya dan aktivis klien karena “mempromosikan homoseksualitas”.

Negara yang Mendukung

Namun dalam sistem hukum di mana peradilan menikmati tingkat kemandirian, pengadilan memainkan peran penting dalam memberikan pemulihan. Putusan pengadilan baru-baru ini di Botswana (2016), Kenya (2014) dan (2015), Tunisia (2016), Korea Selatan (2017). Dan Mozambik (2017) telah menegaskan hak kelompok LGBT untuk mendaftar dan mengadvokasi hak-hak mereka. Meskipun hukum di beberapa negara ini yang membatasi praktik sesama jenis.

Klaim seperti yang dikemukakan oleh pemimpin Uganda Yoweri Museveni bahwa homoseksualitas adalah “non-Afrika” hampir tidak dapat berdiri. Di hadapan gerakan LGBT asli Afrika yang semakin terlihat, dimobilisasi, dan hal yang sama berlaku untuk bagian lain dunia. Homofobia adalah alat politik yang nyaman karena dapat digambarkan sebagai pengaruh asing yang berbahaya. Simbol gerakan transnasional, seperti bendera pelangi, parade kebanggaan, acara budaya yang aneh. Atau organisasi LGBT dapat digunakan oleh politisi yang tidak bermoral untuk memicu kepanikan moral. Tentang hak LGBT untuk mengalihkan perhatian dari kesengsaraan ekonomi, ketegangan sosial, dan masalah politik.

 …

Kesulitan Hukum Ekspresi Online di Swiss

Menarik garis antara kebebasan berekspresi dan diskriminasi cukup sulit di era pra-Internet. Media sosial dan komunikasi instan telah menjadikannya ladang ranjau yang bernuansa, seperti yang ditunjukkan di Swiss.

Minggu lalu di kota Delémont, Swiss barat ada sebuah kejadian. Pertengkaran antara dua anak laki-laki di luar stasiun kereta direkam dan diposting online. Video itu menunjukkan mereka berdua mendekat. Keduanya melemparkan tubuh ke tanah sebelum berpisah.

Sekitar 50.000 penayangan dan 20.000 dibagikan kemudian, video tersebut dihapus oleh ibu dari remaja yang diserang atas saran polisi setempat. Alasannya? Banyak dari (ratusan) komentar di bawah video tersebut berfokus pada etnis: penyerang berkulit hitam, korban berkulit putih. Diskusi berubah menjadi badai pelecehan yang meningkat, sebagian besar bersifat anti-imigran.

Sebelum penyerang bocah itu ditemukan, kantor kejaksaan telah memperingatkan sesuatu. Peringatan itu berisi bahwa komentar lebih lanjut yang memicu kebencian atau retribusi akan diajukan dan diperiksa oleh sistem peradilan. Kasusnya tidak lagi sederhana.

Dasar Hukumnya

Siapa dan apa yang bisa dituntut dalam kasus seperti itu? Contoh tersebut secara bersamaan menunjukkan kesulitan dalam menjaga internet. Belum lagi meningkatnya perasaan bahwa hal itu perlu dilakukan di tengah meningkatnya insiden pelecehan, penindasan, dan pelecehan online.

Kebebasan berekspresi, sebuah konsep yang mirip dengan kebebasan berbicara Amerika, telah dengan tegas diabadikan dalam hukum Swiss sejak tahun 2000. Pasal 16 dari konstitusi federal menjamin hak setiap orang untuk membentuk, mengungkapkan, menyampaikan, dan menerima pendapat dan informasi.

Beberapa perjanjian dan perjanjian internasional yang ditandatangani Swiss juga memperkuat kebebasan berekspresi sebagai komponen vital kehidupan sipil. Terutama pada pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan pasal 10 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Tetapi antarmuka antara hak fundamental ini dan kewajiban warga negara satu sama lain dan negara rumit.

Di Swiss, kebalikan dari kebebasan berbicara terutama dalam bentuk tiga ketentuan hukum. Ada pasal 261 KUHP, yang melarang pernyataan rasis dan anti-agama. Lalu pasal 173, yang melarang serangan terhadap “kehormatan pribadi”. Dan pasal 28 KUH Perdata, yang menjamin “hak kepribadian”.

Mengapa gletser yang mencair memengaruhi kita semua
Gletser Alpen bisa menghilang pada akhir abad ini. Konsekuensinya tidak hanya akan terasa di pegunungan Swiss tetapi di seluruh Eropa.

Di bawah peraturan ini, kasus dengan unsur rasis atau anti-agama tertentu, termasuk penolakan Holocaust akan terkena hukuman. Secara langsung dapat dihukum hingga tiga tahun penjara atau denda. Contoh lain, seperti serangan terhadap minoritas yang tidak disebutkan seperti LGBT, juga dapat dihukum. Tetapi perlu memperjuangkan kasus mereka di bawah payung kehormatan pribadi atau hak kepribadian yang lebih luas.

Masalah Peraturan Internet

Ketika seseorang mengklik suka pada postingan facebook di smartphone menyukai’ kiriman Facebook adalah wilayah hukum yang rumit. Putusan minggu ini bahwa ‘menyukai’ posting Facebook dapat dianggap pencemaran nama baik masuk ke perairan hukum baru dan agak keruh.

Namun menegakkan ketentuan semacam itu merupakan tantangan.

Pertama, definisi tentang apa yang termasuk rasisme, prasangka, martabat, dll terbuka untuk ditafsirkan dalam sistem hukum; Fakta satu orang sering kali merupakan ejekan orang lain. Menurut platform informasi humanrights.ch, tidak ada definisi resmi tentang “ujaran kebencian” di Swiss. Meskipun Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengusulkan daftar kriteria yang tidak mengikat untuk membantu membedakannya.

Berikutnya adalah pertanyaan tentang bagaimana melacak jutaan komentar yang muncul online setiap hari. Le Temps melaporkan bahwa Swiss baru-baru ini mendapatkan “ICoP” pertamanya. Petugas yang bekerja secara eksklusif secara online untuk mengikuti debat berbasis Internet dan melakukan intervensi bila perlu. Tetapi masih harus dilihat apakah tindakan tersebut dapat melampaui puncak gunung es.

Polisi dapat memulai penuntutan dalam kasus penghasutan ras dan agama. Namun dalam kasus lain itu menjadi tanggung jawab individu atau kelompok untuk mengajukan pengaduan. Bagi mereka yang tidak berpengalaman dalam seluk-beluk kebebasan berekspresi, ini mungkin sulit.

Satu grup, netzcourage.ch, yang didirikan oleh seorang politisi Zug yang mendapati dirinya menjadi pusat badai internet. Hal ini menyusul skandal seksual pada tahun 2014. Kini menawarkan nasihat hukum dan pribadi kepada mereka yang merasa telah dianiaya.

Regulasi Diri

Untuk saat ini, tanggung jawab tetap pada individu dan negara untuk menegakkan hukum yang ada. Baik melalui sistem pengadilan atau melalui program pendidikan yang berfokus pada perilaku online. Kementerian dalam negeri saat ini sedang mengerjakan skema semacam itu.

Setelah skandal berita palsu, beberapa juga mendukung peran yang lebih besar bagi perusahaan teknologi seperti Facebook dan Twitter. Mereka andil mengawasi apa yang terjadi di ruang mereka. Saat ini, Facebook memiliki fitur “laporkan”, yang memungkinkan pengguna menandai pesan yang tidak pantas. Facebook kemudian menghapus konten yang menyerang orang atas dasar ras, agama, atau alasan lain. Twitter terkadang membekukan akun yang menyinggung, dan saat ini sedang merencanakan perluasan kebijakannya untuk mengatasi ujaran kebencian dan intimidasi.

Potret Penulis

Dokter tahu yang terbaik? Mengapa pasien harus menjadi bagian dari solusi
Konten ini diterbitkan pada 7 Okt 2020 7 Okt 2020 Pengacara pasien Judith Safford berpendapat bahwa tanpa dukungan masyarakat dan pasien, sistem kesehatan tidak berdaya untuk menghentikan pandemi.

Tapi tindakan ini tetap bersifat sukarela, setidaknya di Swiss. Pada bulan Mei, kabinet menunda mengikuti contoh Jerman dengan memberlakukan undang-undang yang lebih ketat pada perusahaan media sosial. Untuk saat ini, katanya, undang-undang yang ada dikombinasikan dengan kecenderungan industri media sosial untuk mengatur diri sendiri seharusnya cukup untuk melindungi pengguna online – tetapi juga berjanji untuk mengawasi masalah tersebut.…

Pelajaran Apa yang Dilihat Orang Amerika untuk Kemanusiaan dalam Pandemi?

Ketika suatu peristiwa memiliki dampak yang sama besarnya dengan wabah virus korona, wajar bagi orang-orang untuk merenungkan pertanyaan besar. Apakah ini hanya kejadian acak, atau adakah sesuatu yang lebih berperan? Apakah itu semua bagian dari rencana Tuhan? Atau, pada tingkat yang lebih duniawi, dapatkah pengalaman ini mengajari kita kebenaran tentang kemanusiaan?

Kemanusiaan dalam Pandemi

Kami berusaha untuk mengeksplorasi pertanyaan ini dalam survei Pusat Penelitian Pew baru-baru ini. Survey ini dilakukan pada pertengahan Juli di Panel Tren Amerika Center. Pertama, kami bertanya kepada orang-orang.  Apakah Anda yakin ada hikmah atau hikmah yang bisa dipelajari umat manusia dari wabah virus corona? Dan jika demikian, menurut Anda apakah pelajaran ini dikirim oleh Tuhan, atau tidak?

Sebagian besar orang dewasa A.S. (86%) mengatakan ada semacam pelajaran atau rangkaian pelajaran yang dapat dipelajari umat manusia dari pandemi. Sekitar sepertiga orang Amerika (35%) mengatakan bahwa pelajaran itu dikirim oleh Tuhan. Sisanya mengatakan pelajaran tidak dikirim Tuhan (37%), tidak percaya pada Tuhan (13%), atau tidak ada pelajaran yang bisa dipetik (13%).

Kemudian, kami meminta separuh responden yang menjawab ya pada pertanyaan pertama untuk mendeskripsikan. Pelajaran apa yang menurut mereka harus dipelajari umat manusia? Ini mendorong lebih dari 3.700 orang untuk menulis jawaban mereka, yang berkisar dari beberapa kata hingga beberapa kalimat.

Tanggapan Responden

Sisa esai ini membahas contoh tanggapan – termasuk banyak contoh yang disajikan persis seperti yang ditulis responden. Beberapa tanggapan telah diedit sedikit untuk ejaan dan kejelasan. Karena banyaknya variasi tanggapan yang kami terima, kami tidak berusaha menghitung berapa persen orang Amerika yang percaya jenis pelajaran tertentu.

Namun demikian, ada beberapa tema umum. Ini termasuk pelajaran praktis, seperti memakai topeng; pelajaran pribadi, seperti mengingat pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang yang dicintai; dan pelajaran sosial, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan universal. Penarikan lainnya masih bersifat politis, termasuk kritik dari kedua partai politik dan kekhawatiran tentang politisasi pandemi.

Orang Amerika yang mengatakan bahwa Tuhan menggunakan pandemi untuk mengirimkan pelajaran kepada umat manusia sering kali menyoroti pelajaran agama. Mereka yang tidak menyangka pelajaran tentang pandemi dikirim oleh Tuhan menyebutkan berbagai topik – meski jarang yang religius.

Pelajaran tentang Tuhan dan Agama: ‘Pengangkatan sudah Dekat’

Di antara mereka yang mengatakan ada pelajaran tentang agama dalam pandemi, beberapa responden menunjuk pada peran Tuhan dalam kehidupan manusia. Misalnya, seorang wanita berusia 53 tahun menulis seperti ini. “Apakah Anda percaya atau tidak? Tuhan memegang kendali dan kita harus memiliki Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Dia adalah penyelamat kita.”

Responden lain mengatakan pandemi adalah tanda kiamat sudah dekat. Seorang wanita 55 tahun berkata, “Itu adalah nubuatan alkitabiah yang sedang dimainkan. Pandemi ini serta peristiwa dunia lainnya adalah panggilan bangun dan konfirmasi. Isinya adalah pengangkatan sudah dekat seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu.”

Seorang pria berusia 58 tahun merasa Tuhan ingin orang-orang merenungkan kehidupan mereka. “Tuhan mengatakan kepada kita bahwa kita perlu mengubah cara kita. Atau dia akan mengirimkan virus yang akan membuat kita sendirian. Sehingga kita punya waktu untuk memikirkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Kita semua perlu hidup sebagai satu, kita semua adalah anak-anak Tuhan. Tuhan tidak menciptakan umat manusia untuk hidup seperti kita. Dan dia tidak akan membiarkan virus ini berakhir sampai dia tahu bahwa kita telah belajar dari pelajaran kita.”

Pelajaran tentang Masyarakat: ‘Siapakah Pekerja Esensial?’

Beberapa responden melihat pelajaran dalam kegagalan masyarakat untuk menghadapi masalah seperti rasisme, ketidaksetaraan ekonomi, dan perubahan iklim. Menurut seorang wanita berusia 24 tahun, “sistem yang ada saat ini perlu dibongkar. Kami membutuhkan perubahan, kesetaraan dan kesetaraan sejati untuk semua ras, jenis kelamin, agama, dll. Fasad Amerika sebagai negara yang bebas dan memiliki kesempatan yang sama sedang terungkap.”

Responden lain, seorang pria 63 tahun, menekankan perlunya perawatan kesehatan universal: “Perawatan kesehatan harus universal untuk menjaga kesehatan penduduk. Memiliki begitu banyak orang tanpa perawatan seumur hidup mempromosikan penyakit penyerta. Penyakit tersebut memengaruhi tingkat kematian akibat pandemi ini.”

Sebagian besar wacana publik musim semi ini berpusat pada apakah perintah penguncian menyebabkan kerugian yang tidak perlu pada ekonomi. Orang Amerika melihat pelajaran dari kedua sisi perdebatan ini. “Perekonomian seharusnya penting. Tetapi kakek-nenek dan orang tua tidak boleh mati karena orang terlalu gelisah untuk tinggal di rumah. Atau mencoba mengakomodasi peristiwa terkini,” tulis seorang wanita berusia pertengahan 20-an. “Orang harus menjadi perhatian pertama dalam kesehatan dan hak asasi manusia atas nilai ekonomi dan pertumbuhan.”

Bidang Ekonomi

Responden lain mendaftarkan sentimen anti-penguncian. Ia mengatakan pelajaran utama pandemi adalah bahwa pejabat pemerintah dan pakar kesehatan masyarakat telah bereaksi berlebihan. “Jangan percaya semua yang diceritakan oleh para ahli,” seorang pria berusia 65 tahun menyimpulkan. “Mematikan ekonomi karena virus yang membunuh kurang dari 1% populasi adalah gila.”

Responden lain mengatakan pandemi telah mengajari kami pekerja mana yang sebenarnya penting bagi perekonomian. Sudut pandang yang dimiliki oleh banyak orang. “Siapakah pekerja esensial? Bukan pemodal dan penggerak uang atau 1%,” tulis seorang wanita berusia 65 tahun. “Itu adalah pekerja pabrik, pegawai toko bahan makanan, orang-orang yang memproduksi makanan kita. Selain itu, pengasuh di panti jompo dan pusat penitipan anak, dan para petugas kebersihan. Kesenjangan dan ketimpangan di negara ini harus diatasi. Infrastruktur dan sistem perawatan kesehatan kami perlu diperbaiki.”

Beberapa responden merefleksikan kepedulian terhadap lingkungan dan parahnya perubahan iklim. Misalnya, menurut seorang pria berusia 53 tahun, “virus tampaknya disebabkan oleh perambahan yang berkelanjutan oleh umat manusia di alam. Kita perlu menjadi pengurus yang jauh lebih baik untuk planet kita daripada yang kita miliki di masa lalu.”

Responden lain, seorang wanita berusia 40-an, lebih eksplisit: “Ibu Pertiwi akan menang. Kami telah melakukan begitu banyak kerusakan dengan penggunaan lahan yang berlebihan, perusakan ekosistem, dan perburuan hewan. Virus adalah cara untuk menghentikan atau membasmi kita sepenuhnya. Polusi, pemanasan global, dan bangunan telah menghancurkan bumi.”

Pelajaran tentang Kehidupan dan Hubungan: ‘Kesempatan bagi Orang untuk Memikirkan Kembali Prioritas Mereka’

Banyak responden menyebutkan pelajaran tentang perubahan yang harus dilakukan orang dalam kehidupan pribadi dan hubungan dengan orang lain. Seorang wanita berusia 46 tahun berkata bahwa orang-orang perlu “memikirkan tentang apa yang BENAR-BENAR penting. Juga bagaimana waktu Anda BENAR-BENAR dihabiskan… Semoga ini adalah kesempatan untuk memikirkan kembali prioritas mereka.”

Demikian pula, seorang pria berusia 40-an menulis seperti ini. “Hidup bergerak terlalu cepat dan orang tidak cukup lama untuk melihat kehidupan mereka berlalu. Virus telah menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan tidak perlu berlalu begitu cepat. Kita bisa lebih menikmati saat ini. ”

Menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai adalah tema kunci lainnya dalam tanggapan. Menurut seorang wanita berusia 44 tahun, “pentingnya interaksi keluarga dan teman tidak boleh diabaikan. Internet dan interaksi elektronik tidak dapat menggantikan atau memenuhi kebutuhan manusia untuk interaksi tatap muka.”

Yang lain merujuk pada kebutuhan umat manusia secara lebih luas untuk bersatu dengan tujuan yang sama. Seorang pria berusia 42 tahun mencatat bahwa pandemi telah mengingatkan kita akan sebuah fakta. Fakta tersebut adalah “kita perlu bekerja sama karena dunia saat ini lebih terhubung daripada sebelumnya. Satu virus kecil sederhana di China telah menyebar ke seluruh dunia. Anda tidak bisa mengalahkannya sendiri. Kami membutuhkan sekutu dan pemerintah yang peduli pada rakyat.” Seorang wanita berusia 68 tahun berkata demikian. “Bahwa umat manusia seharusnya tidak berfokus pada apa yang memisahkan kita. Tetapi pada apa yang mempersatukan kita. Kita saling membutuhkan untuk bertahan hidup dan harus bersedia mengesampingkan perbedaan individu demi kebaikan yang lebih besar.”

Banyak responden juga membingkai virus corona sebagai pengingat sederhana untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Seorang wanita berusia 54 tahun berkata seperti ini. “Kita harus selalu baik satu sama lain tanpa memandang ras, agama, atau keyakinan politik. Virus tidak membeda-bedakan, begitu pula kita.”

Pelajaran tentang Pemerintah dan Politik: ‘Polarisasi Politik Merugikan Kepentingan Publik’

Responden memberikan berbagai tanggapan anti-pemerintah yang mengkritik Demokrat dan Republik.

Seorang wanita berusia 30-an membidik sayap kiri politik secara khusus: “Pelajarannya adalah bahwa pemerintah kita berada di luar kendali. Kami memilih pejabat untuk berbicara / bertindak atas nama kami, tidak dapat diterima bahwa individu melihat ini sebagai jalur karier. Kami membutuhkan batasan jangka waktu untuk semua. Kiri 100% di luar kendali dan tingkat korupsi akan membuat Amerika Serikat bertekuk lutut. “Seorang responden lain jelas menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap tanggapan pemerintahan Trump terhadap pandemi. “Trump akan membunuh kita jika kita tidak memilihnya keluar dari jabatan.”

Memang, pendapat tentang pandemi telah menyimpang di sepanjang garis partisan di AS. Beberapa responden melihat pelajaran dari fakta ini: “Politisasi krisis kesehatan masyarakat harus dihindari,” kata seorang pria berusia 49 tahun. “Ilmu pengetahuan harus lebih diutamakan daripada agenda politik ketika berurusan dengan kesehatan masyarakat. Polarisasi politik merugikan kepentingan publik.”

Yang lain menyebutkan pelajaran yang lebih umum, dan kurang partisan, tentang keadaan politik AS saat ini. Berikut adalah pendapat seorang pria berusia 38 tahun. “Kita manusia memiliki pemimpin yang salah. Kita perlu menggantinya dengan pemimpin yang lebih baik hati. Pemimpin yang lebih welas asih yang akan memilih hal yang benar daripada apa yang secara politik bijaksana.”

Kritik responden terhadap pemerintah tidak terbatas pada AS. Faktanya, banyak responden yang mengutuk China atas tanggapannya terhadap wabah awal. “Anda tidak dapat mempercayai pemerintah China,” seorang wanita berusia 56 tahun menulis. “Mereka tahu tentang ini. Tetapi tidak mengkomunikasikannya kepada dunia, mengizinkan perjalanan masuk dan keluar dari Wuhan, dan bagian lain China ke seluruh dunia. Mereka bertanggung jawab atas penyebaran virus ini.”…