Aksi Demo Dimana-mana, Benarkah Kebebasan Itu Ada?

Dunia kini geger karena kematian seorang gadis berumur 19 tahun asal Myanmar yang sedang aksi demo menuntut kudeta militer segera berhenti. Ma Kyal Sin seorang mahasiswi yang tertembak oleh aparat keamanan saat akan membuka kran air bagi para pejuang kebebasan yang terkena gas air mata. Aksi heroiknya menjadi viral di media sosial, sesuai nama panggilannya “Angel” memang seperti malaikat yang bertaruh kehidupannya demi kebaikan negaranya.

Bukan hanya itu, aksi demo yang terjadi pada banyak negara. Setiap tahunnya selalu ada kabar aksi demo pada berbagai negara yang tentunya menuntut suatu hal yang bertolak belakang. Aksi demo sering terjadi karena para pemimpin atau pemerintah yang melakukan hal yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Meskipun aksi ini berjalan beberapa hari, tetapi apakah suara dari masyarakat benar-benar terdengar oleh orang yang membuat masalah dalam aksi demo ini? Kekerasan oleh aparat yang terjadi dengan iming-iming “menjaga kedamaian” ternyata tidak benar. Lalu, apakah benar semua orang di seluruh dunia mendapatkan hak kebebasan yang benar?

Dimana Hak Kebebasan Masyarakat?

Pada setiap undang-undang yang ada pada seluruh negara, banyak yang menyatakan bahwa kebebasan merupakan hak bagi seluruh masyrakat. Baik itu hak untuk menyampaikan pendapat secara lisan atau tulisan, hak untuk hidup dan hak untuk menuntut. Kebebasan merupakan hak yang mutlak dan harus mendapatkan pengakuan semua orang atas dasar kemerdekaan, keadilan dan perdamaian pada seluruh negara di dunia.

Namun, mengapa setiap ada aksi penolakan atau demo selalu ada korban jiwa? Mengapa aksi demo selalu terjadi pada setiap negara pada jangka waktu yang lama? Mengapa orang yang katanya menjadi wakil dari rakyat ternyata tidak benar-benar mewakili rakyat? Lalu yang menjadi pertanyaan utama adalah, dimana hak kebebasan masyarakat yang sebenarnya itu berada?

Tindakan Represi Aparat

Terlansir pada salah satu website berita, pada tahun 2020 kebebasan berekspresi semakin mundur karena tindakan represi aparat. Namun katanya, pemerintah tetap memegang teguh bahwa hak kebebasan selalu ada, jelas dan juga kokoh. Lalu, siapa yang memberikan tugas pada aparat “keamanan”?

Aksi demo pasti terjadi karena adanya kesadaran kelompok masyarakat karena ada hal yang salah pada sistem negaranya. Tentu tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan penuntutan pada pemerintah, karena seorang pemerintah hadir terpilih oleh masyarakat.

Tidak perlu menuntut banyak, tentu masyarakat hanya ingin apa yang mereka sampaikan terdengar dan terjadi. Hanya dengan hak kebebasan yang terpegang teguh pada diri masyarakat yang berani, bukan berarti mereka juga ingin menjatuhkan pemimpinnya. Akan masuk akal jika kita sebut masyarakatlah yang menjadi peran terpenting dalam kemajuan negaranya. Tanpa adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemimpin, akankah negara itu berjalan?

Sebuah Kebingungan dan Tangisan

” Tok, Tok, Tok…” Suara palu dari pengadilan atas sahnya suatu undang-undang. Pada saat itu juga, munculah berita-berita yang memberitahukan apa yang sedang terjadi pada sistem pemerintahan. Saat itu juga, masyarakat yang mengetahuinya mulai bertanya “apakah ini hal yang benar bagi kesejahteraan semua orang?”.

Akhirnya ketika semua kebingungan yang terjadi, hal yang bertolak belakang pastinya akan menjadi hal yang harus kita lawan bersama. Siapa yang mau hidup dengan kesusahan yang bisa mengakibatkan banyak kerugian? Adakah orang yang akan berdiam diri?

Namun ternyata, banyak yang menjadi tangisan karena tindakan ini. Teman dan saudara seperjuangan kita banyak yang gugur karena aksi ini. Hak untuk hidup bagi mereka hilang dengan alasan “dia adalah seorang provokator” benarkah? Lalu siapa sebenarnya yang menjadi provokator dari seorang provokator yang mereka hilangkan kehidupannya?

Mengubah Dunia Lebih Baik

Tentu semua negara tidak ingin terlihat buruk dari negara lainnya. Banyaknya kabar yang keluar akibat kejadian ini menjadi hal yang bisa orang nilai bahwa negara ini sedang kacau. Lalu apa tindakan yang benar? Banyak sekali spekulasi dari seorang ahli tentang hal ini. Kebebasan dalam hal apapun harus bisa kita pegang dan akui secara teguh selama hak ini tidak merugikan orang lain. Selama hak ini tidak merenggut kebebasan orang lain, akankah kita sebagai masyarakat menjadi pengubah dunia yang lebih baik?…

Ini yang Terjadi Jika Anda tidak Mendapat Kebebasan Berpendapat

Menurut Anda apa faktor utama dalam suatu kemajuan dan perkembangan? Bukan hanya pemikiran yang bagus dan uang yang banyak sebagai pendukung. Namun kebebasan pendapatlah yang menjadi faktor penting dari mengapa banyak hal menjadi maju dan berkembang dengan pesat pada seluruh negeri. Jika Anda hanya bisa memikirkan suatu inovasi saja tanpa adanya pengajuan ketika berpendapat, akankah kemajuan dan pengembangan itu terjadi?

Kebebasan Berpendapat

Apa hak yang Anda miliki dari mulai Anda lahir hingga meninggal nanti? Hak yang sudah menjadi kewajiban dalam penggunaannya yang baik, tidak ada batasan pemakaian dan tidak ada yang boleh mengambilnya. Yap, hak untuk kebebasan berpendapat, menjadi hal yang penting dan semua orang miliki. Kita sebagai manusia yang tinggal di negara ini sudah pasti memiliki hak untuk kebebasan berpendapat dalam bentuk apapun, selagi tidak mengandung kebencian dan SARA (Suk Ras dan Agama).

Anda dan semua orang bisa menggunakan kebebasan pendapat ini dalam melakukan berbagai hal. Misalnya seperti menuntut keadilan, menyampaikan opini untuk sebuah inovasi kebaikan dan banyak hal lainnya. Tentu Anda bisa memanfaatkan hak istimewa ini untuk kemajuan dan perkembangan bagi Anda, bangsa dan negara. Meski hak ini Anda dapatkan mulai dari lahir, bukan berarti juga Anda bisa menggunakannya untuk menginjak atau mengambil hak orang lain. Ini sangat salah besar!

Lalu jika Anda mengambil hak untuk berpendapat orang lain atau sebaliknya Anda yang diambil haknya, maka ini yang akan terjadi.

Hal yang Terjadi Jika tidak Mendapatkan Kebebasan Berpendapat

  • Tertindas oleh Oknum Tertentu

Ketika Anda tidak memiliki hak dalam kebebasan berpendapat, Anda akan mudah tertindas oleh oknum tertentu. Anda tidak bisa melakukan protes karena Anda tidak memiliki hak itu dan hal yang bisa terjadi mungkin Anda akan hilang dari negara ini.

Misalnya seperti negara-negara komunis yang ada di dunia. Pemerintah pada negara itu mengambil hak kebebasan berpendapat warganya agar tidak ada yang menentang sistem yang mereka buat. Lalu apa yang terjadi jika warga tersebut melawan apa yang telah pemerintah tetapkan? Warga tersebut akan terbunuh atau menghilang/terusir dari negara tersebut dan ini bisa terjadi hingga turunan-turunannya. Sangat mengerikan jika hal ini terjadi pada kita bukan?

  • Tidak Adanya Kemajuan

Sering terjadi pada negara kita Indonesia ketika penyelenggaraan pemilihan umum pemerintahan, seperti presiden, walikota, dan DPR. Apa yang selalu terjadi pada negara kita ketika menuju hari penyelenggaraan pemilu itu? Semua orang yang mencalonkan dirinya sebagai staff pemerintahan akan memberikan uang, sembako dan barang lainnya dengan meminta agar orang tersebut memilihnya. Tanpa kita sadari, sebenarnya hak kita untuk kebebasan berpendapat dan bersuara sudah terambil oleh berbagai materi yang mereka berikan.

Hal yang mengerikan dari hal ini adalah, kita tertipu oleh janji mereka. Karena hak berpendapat kita hilang hanya dari materi yang kita dapatkan sehari. Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah wilayah atau bahkan negara tempat kita tinggal tidak akan mendapatkan kemajuan dan akhirnya tertinggal dari negara maju lainnya.

Hal yang Terjadi Jika Terlalu Bebas dalam Kebebasan Berpendapat

Setelah Anda membaca penjelasan tadi, Anda pasti tahu bahwa hilangnya kebebasan pendapat sangatlah merugikan dan mengerikan. Tetapi bukan berarti kebebasan pendapat yang begitu bebasnya juga baik dan berikut adalah hal yang terjadi jika Anda terlalu bebas dalam menggunakan kebebasan berpendapat.

  • Perperangan

Perang tidak semata-mata terjadi dengan bom, tembakan dan pukulan seperti penjajahan. Tetapi peperangan yang bisa terjadi jika Anda terlalu bebas dalam berpendapat adalah ungkapan yang bisa membuat kemarahan. Ini sering terjadi pada media sosial yang biasa Anda mainkan. Saling berperang komentar-komentar tentang pendapat masing-masing pengguna dan membuat salah satunya kalah dengan keganasan komentar. Jika ii terjadi pada Anda tentu Anda akan merasakan sakit hati dan psikologi Anda bisa terganggu.

  • Penistaan sebagai Kasus Tertinggi

Anda tahu bahwa kebebasan pendapat ini sangat diperbolehkan jika tidak mengandung unsur kemarahan dan SARA. Namun, ada saja orang yang secara sengaja atau tidak sengaja memasukan unsur ini dalam berpendapat. Tentu ini adalah hal yang sangat salah dan bisa menjadi kasus penistaan meski hanya dari sebuat pendapat atau komentar.

Jadi Anda dan kita semua harus bisa memanfaatkan hak untuk kebebasan berpendat ini dengan tepat ya!…

Dewasa: Lebih Banyak Tanggung Jawab (Tapi Lebih Banyak Kebebasan)

Sebagian besar dari kita mengalami saat-saat dewasa ketika kita menginginkan kesederhanaan masa kanak-kanak lagi.

Hidup sederhana itu ketika orang tua kita merawat kita. Kami tidak mengkhawatirkan tagihan dan pajak, tidak ada keputusan besar dalam hidup. Dan drama terbesar dalam lingkaran sosial kami meninggal dalam beberapa hari. Ketakutan terbesar kami adalah monster imajiner di bawah tempat tidur kami. Dan kami memimpikan kemungkinan yang tak terbatas ketika kami dewasa.

Kami tidak Sabar untuk Tumbuh Dewasa

Kemudian Kami Tumbuh Dewasa

Tanggung jawab orang dewasa tidak terbatas. Kami menghitung uang kami dengan setiap pembelian. Drama sosial mencakup pengkhianatan yang mendalam dan hubungan intim. Tidak ada monster di bawah tempat tidur kami, tetapi kami telah menemukan monster lain yang nyata. Impian kita tentang masa depan menjadi tekanan yang tak terukur tentang apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita.

Tiba-tiba, yang kita inginkan hanyalah menjadi anak-anak lagi.

Tetapi pasti ada sesuatu yang indah tentang kedewasaan. Ada alasan mengapa kami ingin tumbuh dewasa.

Realitas kedewasaan itu keras. Anda harus membayar sewa dan membeli makanan sendiri. Anda telah mengalami lebih banyak kekecewaan sebagai orang dewasa. Dan masa depan tampaknya tidak secerah dan tanpa batas seperti dulu bagi pikiran yang lugu dan kekanak-kanakan.

Anda Telah Melihat Lebih Banyak Hal Buruk dalam Hidup

Anda telah sangat terluka dan dengan cara yang tidak pernah Anda bayangkan. Anda telah menderita kerugian yang sangat besar dan jatuh lebih sering dari yang dapat Anda hitung.

Dan kemudian ada pertanyaan kekal dari orang dewasa yang lebih tua dari kita. Apa yang akan Anda lakukan dengan hidup Anda?

Karena tampaknya, setiap orang harus tahu persis bagaimana kehidupan mereka akan berjalan. Pada usia delapan belas, dua puluh dua, dua puluh lima, dan tiga puluh tahun.

Ketika kita masih anak-anak, itu mudah: SD, SMP, SMA. Di kota saya, kuliah diharapkan setelah sekolah menengah. Dan kemudian Anda diharapkan mengetahui pekerjaan apa yang akan Anda dapatkan setelah itu.

Saat itulah banyak dari kita mulai merindukan masa kanak-kanak lagi: ketika kita tidak memiliki jawaban untuk masa depan kita lagi.

Tekanan orang dewasa untuk pergi ke universitas bergengsi, mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik, dan tinggal dekat dengan rumah meresap. Anda sekarang sudah dewasa, dan ada begitu banyak keputusan yang harus dibuat yang akan mengubah hidup Anda. Orang tuamu akan menekanmu dengan satu cara, tapi mungkin hatimu tidak setuju. Mungkin Anda harus mempertimbangkan hubungan saat memilih universitas atau memutuskan pekerjaan. Sering kali, kenyataannya tidak seperti yang Anda harapkan.

Tapi Anda Menjalankan Hidup Anda Sendiri

Itulah yang kami inginkan sebagai anak-anak: kebebasan untuk memutuskan hidup kami sendiri.
Meskipun Anda masih bergantung secara finansial pada orang tua, Anda tidak memiliki banyak kebebasan. Beberapa teman saya khawatir bahwa orang tua mereka akan berhenti membayar ponsel atau biaya kuliah. Jika mereka tidak hidup sesuai dengan keinginan orang tua. Ini berkisar dari tindik ekstra hingga tato dan biaya kuliah.

Seorang ibu memberi tahu saya bagaimana putranya ingin dia membiayai seluruh pendidikan perguruan tingginya. Dan tanggapannya adalah bahwa dia akan melakukannya jika dia harus memilih istrinya. Dari apa yang saya dengar, dia menolak kesepakatan itu.

Mungkin menjadi dewasa tidak sepenuhnya menarik, tetapi alternatif itu jauh lebih buruk.

Kebebasan yang Lebih Besar Berarti Tanggung Jawab yang Lebih Besar

Mungkin Anda harus melakukan pekerjaan rumah tambahan. Mungkin orang tuamu tidak mencuci pakaianmu, memasak untukmu, atau membersihkan piring untukmu. Inilah hidupmu sekarang. Anda dapat mengambil kepemilikan penuh, dengan tanggung jawab yang lebih besar. Dan kebebasan yang meningkat untuk hidup seperti yang Anda inginkan. Atau Anda menyerahkan sebagian dari kebebasan Anda kepada orang tua dan demi tanggung jawab yang lebih sedikit.

Apartemen kecil yang harus Anda tinggali untuk membayar sewa mungkin bukan yang terbaik, tapi itu milik Anda. Mobil itu mungkin tidak seperti Lexus atau Mercedes orang tua Anda, tapi mobil itu milik Anda. Perjalanan Anda mungkin tidak termasuk hotel bintang 5 yang akan dibayar oleh orang tua Anda, tetapi Anda yang menentukan. Anda bisa keluar dan pulang pada jam berapa pun tanpa harus menjelaskan diri sendiri. Anda dapat mengenakan apa yang Anda inginkan tanpa komentar dari orang tua Anda. Anda dapat membelanjakan uang Anda sesuka Anda.

Anda bisa hidup sesuai keinginan Anda.

Itulah yang Sangat Menarik Tentang Masa Dewasa

Sebagai anak-anak, kita tidak tahu betapa menakutkannya kedewasaan. Kami tidak tahu bahwa kami harus membuat begitu banyak keputusan yang mengubah hidup. Kami selalu diingatkan saat orang bertanya apa yang kami lakukan dengan hidup kami. Anda mungkin tidak akan memiliki semua jawaban. Bahkan jika Anda pikir Anda punya jawabannya, banyak hal masih bisa berubah. Tak satu pun dari kita dapat memprediksi masa depan dengan kepastian yang lengkap.

Tetapi ketidakpastian masa depan seharusnya tidak membuat kita takut untuk tumbuh dewasa.

Tidak peduli apa, kami akan terus tumbuh baik suka atau tidak. Kita bisa menjadi dewasa, atau terus lari dari tanggung jawab. Tapi kita semua akan tumbuh dewasa. Waktu hanya berjalan ke satu arah.

Kami pernah memiliki kesederhanaan masa kanak-kanak.

Saatnya merangkul kebebasan menjadi dewasa.…

Apakah Budaya ‘Cancel’ Kita Membunuh Kebebasan Berpendapat?

Dahulu kala, orang-orang yang menganggap diri mereka tertinggal dari pusat percaya dan mempraktikkan kebebasan berpendapat dan kebebasan hati nurani. Mereka melihat hal-hal ini tidak hanya sebagai hak fundamental yang melampaui politik. Tetapi juga sebagai alat yang efektif untuk memajukan tujuan progresif dan keadilan sosial.

Mereka melangkah lebih jauh dengan memperjuangkan agar geng-geng skinhead menyuarakan delusi dan kebencian mereka di lapangan umum. Mereka melakukannya bukan karena mereka setuju dengan mereka tetapi karena mereka memandang hak skinhead untuk berbicara dan memprotes. Hak semua penjahat, gadflies, cranks dan rousers, tidak peduli betapa hina keyakinan mereka. Sebagai bagian integral dari eksperimen dan cara Amerika hidup.

Memang, sebagai bagian integral dari liberalisme itu sendiri atau, setidaknya, seperti sinar matahari melakukan tugasnya sebagai disinfektan terbaik. Singkatnya, apa yang dipahami oleh generasi liberal sebelumnya adalah bahwa membiarkan orang lain mengatakan sesuatu. Tidak sama dengan mendukung apa yang mereka katakan.

Apakah ini Kisah Nyata Amerika atau Dongeng?

Sebenarnya, sulit untuk diketahui. Ini mungkin pandangan yang dimuliakan tentang zaman keemasan kebebasan berbicara dan kebebasan hati nurani yang mungkin tidak pernah ada. Mungkin ini adalah pandangan romantis tentang baby boomer serta budaya dan nilai hippie mereka. Mungkin mudah untuk mengabaikan apa yang mereka perjuangkan – seks, narkoba, rock ‘n’ roll dan kebebasan berbicara? – dengan julukan “OK boomer” karena beberapa dari hal-hal ini salah jalan? Mungkinkah satu-satunya hal yang pantas dihargai oleh generasi ini adalah membantu mengakhiri Perang Vietnam?

Memang, mungkin mereka yang merindukan masa kejayaan kebebasan berpendapat dan ekspresi menjijikkan berada di sisi sejarah yang salah. Sepanjang kisah aneh dan bergolak kita sebagai spesies. Selalu ada pantangan untuk mengatakan, bahkan memikirkan, hal-hal tertentu dan mengekspresikan diri kita sepenuhnya. Kita hidup dalam masyarakat, dan masyarakat terkadang menyembah sapi suci. Oleh karena itu, mereka mengabadikan norma untuk melindungi ikon yang mereka cintai. Termasuk menjaga kepatuhan, membungkam, menghindari, dan bahkan secara permanen mengucilkan pelawan, pembangkang, dan orang aneh.

Pikirkan Socrates, Jesus, Galileo dan Hester Prynne, tentang ketenaran “Scarlet Letter”. Kami sekarang dapat menambahkan komedian Kevin Hart (dibatalkan oleh kiri) dan Kathy Griffin (dibatalkan oleh kanan). Bahkan termasuk beberapa profesor rendahan ke dalam daftar (dibatalkan oleh kedua sisi). Memang, sayap kanan terkenal menyerukan pemecatan profesor “heterodoks” selama era McCarthy. Sebuah ancaman yang menjadi sangat nyata. Dengan aksi pembersihan di University of Washington oleh Presiden Raymond Allen dari tiga profesor tetap yang dituduh menyembunyikan simpati komunis.

Kebebasan Berpendapat Bagai Pedang Bermata Dua

Namun, bahkan jika kebebasan berpendapat tidak pernah menjadi cita-cita yang benar-benar dianggap kaum liberal. Ada banyak bukti bahwa beberapa orang progresif bahkan tidak mengakuinya sebagai hak yang sah. Ada kampanye bersama oleh aktivis politik, intelektual, dan Twitter untuk membungkam. Lebih buruk lagi, melecehkan, mengintimidasi, dan menghancurkan. Orang-orang yang mengatakan hal-hal yang salah, tidak ilmiah, fanatik, penuh kebencian. Atau parahnya yang tidak sensitif atau memberikan bantuan dan kenyamanan kepada Presiden Donald Trump dan Partai Republik pada umumnya.

Korban baru-baru ini dari upaya ini termasuk sekelompok ilmuwan, pakar, dan penulis yang beraneka ragam. Beberapa di antaranya menggambarkan diri sebagai kaum liberal. Mereka termasuk ahli epidemiologi terkemuka, seperti John Ioannidis. Dia berani mempertanyakan konsensus seputar pendekatan lockdown COVID-19 untuk membendung virus. Tetapi tidak serta merta menyangkal fakta dasar tentang pandemi, bahkan jika beberapa prediksi awalnya terbukti salah. Intelektual publik juga ada dalam daftar. Pertimbangkan Steven Pinker, yang telah dituduh oleh para pengkritiknya – rekan sejawatnya, tidak kurang! – “bergerak dalam kedekatan dengan rasisme ilmiah” dan “mendukung [sentris] kolumnis New York Times David Brooks” (dua tuduhan yang tidak terkait) ketika dia benar-benar berpendapat bahwa kita tidak boleh menyensor atau mengabaikan karya kontroversial atau bahkan salah dari para ilmuwan dan pemikir yang dia, pada kenyataannya, tidak setuju dengan.

Secara kebetulan, Pinker juga telah membuat pembelaan yang keras. Meskipun kuno dan instrumental, terhadap liberalisme yang telah dikecam oleh sesama akademisi. Terlepas dari fakta bahwa ia menghasilkan banyak bukti yang mendukung gagasan. Bahwa kita telah melaju pesat menyelesaikan masalah selama beberapa dekade terakhir. Berkat penyebaran ilmu pengetahuan, pemerintahan yang baik, dan penyebaran pasar (yang diatur) di seluruh dunia.

Tercekik oleh Budaya ‘Cancel’

Tentu saja, daftar tersebut juga mencakup jurnalis. Seperti (sekarang mantan) kolumnis New York Times Bari Weiss. Dia menyuarakan opini yang tidak populer di ruang redaksi, menuduh rekan-rekannya melakukan pelecehan dan sensor. James Bennet, mantan editor opini surat kabar itu, juga muncul di benaknya. Bennett mengundurkan diri atas reaksi yang dia terima dari Twitterverse. Juga dari rekan-rekannya karena menerbitkan Op-Ed Senator AS Tom Cotton. Menyerukan pasukan federal untuk menahan kerusuhan dan penjarahan yang terjadi selama protes bulan Juni melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial.

Saya tegaskan bahwa ini bukan hanya masalah di sayap kiri. Sebagai versi kanan dari kebenaran politik. Berakar pada teori konspirasi, gaslighting, kambing hitam, dan penggiringan rasa takut. juga mengancam kebebasan berbicara. Namun, keluhan para jurnalis di Wall Street Journal terdengar. Yaitu tentang pengecekan fakta yang tidak memadai oleh editor opini tidak ada artinya jika tidak ironis. Surat kabar tersebut dengan jelas menyatakan bahwa ada perbedaan antara Op-Eds dan pelaporan reguler. Bahwa mereka didorong oleh nilai-nilai seperti pasar bebas dan kebebasan berbicara.

Meskipun mungkin benar bahwa hal-hal yang telah dikatakan. Seperti yang ditulis oleh beberapa jurnalis, politisi, atlet, selebriti, dan orang Amerika biasa yang baru-baru ini disensor pada dasarnya. Bahkan secara objektif, mundur dan tidak dapat diperbaiki. Meskipun mungkin juga benar bahwa mereka yang melakukan menyensor memiliki niat yang luhur. Tidaklah benar bahwa mencoba untuk membungkam ucapan adalah ide yang bagus. Itu selalu merupakan ide yang buruk.

Memang, itu adalah kesalahan yang sangat menyedihkan. Hal-hal yang diklaim oleh orang-orang kiri untuk diperjuangkan membutuhkan kebebasan berbicara dan kebebasan hati nurani. Mereka selalu begitu. Mereka akan selalu begitu. Ini untuk beberapa alasan.

Bagaimana Cara Memperbaiki Pola Pikir Masyarakat?

Menjadi diri sendiri yang terbaik adalah kunci untuk memperbaiki diri. Ini berarti bebas membuat kesalahan dan belajar darinya. Itu berarti kebebasan untuk mengungkapkan pikiran kita dan kebebasan untuk memberi orang manfaat dari keraguan.

Tapi lupakan sejenak tentang individu dan pertimbangkan apa yang terbaik untuk masyarakat. Sains dan kemajuan membutuhkan keterbukaan, rasa ingin tahu, skeptisisme, dan artikulasi serta pengujian hipotesis yang aneh dan tidak konvensional. Itu berarti menghibur ide-ide heterodoks di tempat pertama. Berarti melawan keinginan untuk mengabaikannya dengan sembarangan ketika mereka menganggap kita aneh atau mengancam.

Baik sains maupun liberalisme juga membutuhkan kerendahan hati intelektual. Tidak ada yang tahu solusi untuk setiap masalah. Mendapatkan jawaban yang benar mengharuskan kita menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengakui kesalahan kita dan mengubah pikiran kita. Tetapi ini mengharuskan kita terlebih dahulu menghormati proses di mana individu dapat mencapai kesimpulan yang salah untuk diri mereka sendiri. Lalu memperbaiki kesalahan mereka. Itu berarti kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran, refleksi dan penilaian secara mandiri – sekali lagi, tanpa paksaan.

Kunci untuk memajukan liberalisme tidak bergantung pada seperangkat cara yang telah ditentukan, tetapi mengidentifikasi dan berjuang untuk tujuan yang benar. Kita adalah manusia yang cacat dan hampir pasti akan memilih cara yang salah atau tidak lengkap pada waktu tertentu. Ekosistem debat terbuka dan mendengarkan serta kritik yang konstruktif. Kunci untuk bersama-sama menemukan cara terbaik untuk memajukan tujuan seperti kesetaraan, kemajuan, dan keadilan.

Konsekuensi dari Represi Kebebasan Pendapat

Ada banyak sekali konsekuensi buruk yang muncul ketika kita mencoba melumpuhkan pikiran dan ucapan. Hal-hal ini yang tidak ingin kami dengar? Jika kita tidak mencoba memecahkan masalah mendasar di balik ucapan yang tidak kita sukai dan bekerja hanya untuk mengurangi gejalanya. Dengan menyensornya – kita mengarahkan masalah ke tempat lain. Keluar dari pandangan. Keluar dari pikiran dan ke selokan: Ide-ide yang tidak diinginkan yang dibungkam oleh masyarakat yang sopan pasti akan bersembunyi. Mereka tidak menghilang hanya karena kita tidak menyukai dan menyensornya. Lebih buruk lagi, membungkam ide-ide ini mungkin berarti membekukan pengetahuan tentang keberadaan mereka. Itu membantu membuat ide-ide buruk membusuk, menyebar, dan bermutasi sebelum dapat dilawan dengan fakta, logika, dan bukti.

Apa yang mempromosikan pemikiran dan ucapan yang tidak terkekang memungkinkan kita untuk melemahkan virus dari ide-ide yang buruk. Belum teruji dan pasti secara moral sebelum mereka menginfeksi semua masyarakat. Itu membuat mereka keluar dan memungkinkan kita untuk menginterogasi mereka. Kebebasan berbicara, ternyata, adalah vaksin terbaik untuk melawan ucapan yang tidak kita sukai.

Fakta sederhananya adalah bahwa menyensor ucapan adalah resep untuk iliberalisme dan regresi. Itulah, dan selalu, cara reaksioner. Mungkin kaum kiri sekarang membuat tujuan sama dengan yang menggunakan sarana sosial dan politik, melenyapkan orang-orang dianggap bidah sepanjang sejarah. Jika ya, mengapa tidak mengakuinya saja? Alternatifnya, kaum kiri dapat merevitalisasi komitmen historisnya pada debat bebas dan terbuka.…